hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Konten Pengalaman Paling Diminati

Salah satu cara membuat konten positif adalah dengan membagikan pengalaman pribadi untuk dijadikan pelajaran oleh orang lain atau bagi follower. Seperti yang dilakukan Deya Oktarissa, yang menjadi kreator konten perihal kehidupan seorang ibu baru. Menjadi ibu baru dipastikan banyak pengalaman baru yang penuh kejutan. Tantangan yang dihadapi apalagi di era saat ini informasi berkembang pesat. Banjir informasi ada dimana-mana. Deya, ingin ikut serta menjadi sumber informasi namun sesuai dengan pengalaman sehingga akan lebih nyata.

“Saya dulu rutin membagikan bagaimana cara menyapih, toilet training hingga hal hal lain seputar ibu baru. Semua berdasarkan apa yang saya alami, gagal atau berhasilnya saya ceritakan. Konten sederhana yang nyatanya sangat digemari, followers pun naik tajam karena konten-konten itu,” jelasnya saat menjadi Key Opinion Leader dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021) pagi.

Deya juga memberikan tips untuk menjadi kreator konten. Pertama harus memiliki digital skill, sebelum memulai apa interest yang dipilih, kemudian media sosial apa yang paling dikuasai dan digemari para target konten kita.

Etika digital juga menjadi yang selalu dilakukan Deya, bagaimana dia tidak terbuka dengan data diri meskipun foto-foto anak dan keluarga sering di bagikan namun untuk urusan pribadi dijaga baik-baik. Kemudian, setiap informasi yang dibagikan meskipun berdasarkan pengalaman pribadi. Tetap ilmunya diverifikasi dengan yang berwenang seperti dokter anak atau konsultan laktasi.

“Ketika posting selalu dipikir berkali kali meskipun ini sesuatu yang bermanfaat. Misalnya, saya selalu netral tidak mendukung ibu rumah tangga ataupun ibu bekerja. jadi pendapat-pendapat saya ini disampaikan secara netral sehingga tidak ada yang sakit hati sebab perihal ibu bekerja dan di rumah ini menjadi sesuatu hal yang bisa saja membuat perdebatan di kolom komentar,” tutupnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jwa Barat, Sabtu (09/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Geri Sugiran (Dewan pembina RTIK Jawa Barat), Dian Nurawaliah (Founder Maleeha Skincare), Kis Urel (Development Coach), dan Chiara Chaisman (Merchandiser Analyst).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply