hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Nilai Demokratis di Ruang Digital

Di ruang digital kecakapan budaya digital terkait nilai kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dimulai dengan kesadaran untuk mengakses, mengeksplorasi, menyeleksi dan mengelaborasi informasi publik yang berhak diakses dari lembaga publik sebagai pertanggungjawaban transparansi dan akuntabilitasnya.

Lintang Ratri, anggota Jaringan Pegiat Literasi Digital (Japelidi) mengatakan, bagaimana lembaga publik dapat mempertanggungjawabkan tugas mereka secara lebih terbuka. Sebagai perwakilan masyarakat harus dapat berbuat yang terbaik.

Selain itu, nilai sila keempat yang mengenai demokrasi juga dapat diimplementasikan di dalam dunia digital. Dengan menjamin kebebasan berekspresi sehingga kita harus belajar untuk memberi ruang bagi setiap orang mengemukakan pendapat termasuk mengkritik.

“Namun kritik demi kebaikan bukan kritik karena benci. Terutama, konten positif berupa karya yang dibuat dengan susah payah lebih baik pujian yang dilontarkan. Seringkali, kritikan membuat seseorang menjadi tidak bersemangat. Kritik beserta saran juga yang sebenarnya diharapkan. Jadi bukan hanya mengomentari namun juga dapat memberi solusi,” jelasnya dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (09/11/2021) pagi.

Ditambah, jika berbeda pandangan maka bukalah ruang diskusi yang sehat untuk membangun pemahaman bersama. Ruang digital menjadi tempat untuk berdiskusi, meskipun seringkali diskusi yang terbuka ini menimbulkan perdebatan yang berujung dengan pembullyan atau ujaran kebencian.

“Berdiskusilah dengan baik, gunakan data untuk menemani setiap argumen kita. Karena sifatnya diskusi di ruang publik menghargai pendapat orang lain menjadi sebuah kewajiban,” jelasnya.

Dengan begitu, tercipta sebuah kesempatan diskusi yang sehat. Dunia digital pun jauh dari kesan perdebatn yang tiada akhir.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat, Sabtu (09/10/2021) pagi, juga menghadirkan pembicara, Dewi Tresnawati (Relawan TIK Indonesia), Rabindra Soewardana (Direktur Radio Oz Bali), Ismita Saputri (Founder Kainzen Room) dan dr. Wafika Andira sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply