hitcounter
Sunday , November 28 2021

Digitalisasi Jadi Tantangan Generasi Milenial sebagai Pemimpin Masa Depan

Digitalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi generasi milenial saat ini yang mendominasi cakupan penduduk. Dengan karakter sudah akrab dan memiliki pengetahuan mengenai pengunaan teknologi, generasi yang lahir di tahun 1980 hingga 1995 ini juga pandai berinovasi, memiliki kemandirian, dan cenderung menyukai melakukan segala sesuatunya dengan cepat atau instant.

“Pemimpin saat ini sedang memimpin kalangan dengan multigenerasi, ada kelompok milenial yang sudah akrab dengan teknologi dan satunya lagi non milenial,” kata Fiona Damanik, seorang Konseler dan Psikolog dari Universitas Multimedia Nusantara saat webibar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Senin (8/11/2021).

Pmimpin saat ini pun harus mengetahui tipikal generasi milenial yang mendominasi penduduk, namun juga di luar milenial apakah gaya kepemimpinannya sudah cocok dan sesuai. Selain itu telah terjadi perubahan pola kepemimpinan dari zaman ke zaman yang dulunya ada masa tirani, dipimpin raja dan mengalami masa penjajahan, merdeka hingga kini sudah ada di era digital.

Lebih jauh Fiona mengatakan, adanya teknologi membuat pola pikir masyarakat berubah dan bukan lagi kerja keras tapi bekerja pintar untuk mendapatkan hadil. Maka pemimpin di generasi milenial lebih digerakan pada pondasi cita-cita, mimpi dan harapan untuk bisa membawa kehidupan yang lebih nyaman lagi.

Berkaitan dengan itu terdapat tantangan menjadi pemimpin di era digitalisasi ini, seperti perubahan pola kerja dari bekerja di kantor menjadi bekerja di rumah atau WFH yang harus dilandasi kepercayaan dan dibangun dengan komunikasi yang baik. Selain itu ada tantangan persaingan bisnis antara perusahaan besar dengan start up, dan adanya gap generasi serta kebutuhan akan pengetahuan teknologi bagi pemimpin yang bukan kalangan milenial.

Pemimpin yang diperlukan di era digital salah satunya harus memiliki karakter lincah dalam berpikir dan bergerak cepat, Pemimpin jenis ini disebut sebagai agile menurut Studi Pada Kepemimpinan Ridwan Kamil yang dipublikasikn di Jurnal Kepemimpinan. Di mana pemimpin agile harus memiliki karakter digital mindset, aktif dalam mendengarkan, cerdas melihat peluang, inklusif atau mau menerima ide-ide dari beberapa kalangan, berani beda dan pantang menyerah.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Pringgo Aryo, Produser & Komposer Musik, Nikita Dompas, Produser & Music Director, Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma, dan Randi Rinaldi, seorang Enterpreneur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply