hitcounter
Friday , February 3 2023

Yuk! Verifikasi Isi Berita

Jangan mau jadi penyebar hoaks, jangan mau jadi kaki tangan dari oknum jahat yang memiliki niat jahat di ruang digital. Maka penting untuk bisa memverfikasi berita atau informasi yang ada.

Ada beberapa hal untuk memverifikasi berita online. Langkah awal, pastikan isi berita dan judul sama. Sebab terkadang judul berita sangat bombastis padahal tidak sesuai. Judul juga sering dibuat penasaran agar dibuka oleh para pengguna internet.

“Atau disebut click bait, para pemilik situs akan mendapat keuntungan jika warganet membuka berita tersebut. Saran saya jangan tergiur untuk membaca berita yang judulnya terlalu berlebihan. Apalagi dibagikan, lewati saja. Apalagi judul berita yang provokasi itu sebenarnya sudah mencerminkan sebuah berita yang tidak benar,” ungkap Iwan Kemrianto seorang Pebisnis Online saat mengisi webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) pagi.

Cermati halaman situs, terkadang awal sudah benar tapi domainnya bukan .com melainkan nama website lain. Itu merupakan blog website gratis bukan resmi sehingga bisa dipastikan berita yang diproduksi oleh situs tersebut bisa saja di hoaks. Untuk media sosial juga seperti itu, perhatikan nama akun dan logo media massa jangan sampai hanya akun bodong yang berpura-pura sebagai akun resmi dari sebuah media massa.

Periksa siapa narasumber yang disebut dalam berita tersebut. Apakah memang yang disebutkan menjabat dalam posisi tersebut. Periksa di mesin pencarian, sebab bisa saja narasumber yang disebutkan hanya nama asal pembaca hanya fokus pada jabatan tinggi yang berkomentar.

Pastikan isi berita tidak menggiring opini publik membuat ketika selesai membaca berita itu kita menjadi emosi atau membenci pihak tertentu. “Sebab sejatinya jika itu sebuah berita harus disampikan secara berimbang dan bukan opini. Sehingga ketika selesai membaca berita tersebut, kita hanya mendapatkan informasi bukan malah sebuah pendapat,” ungkapnya.

Isi berita juga dapat dipastikan kebenarannya dengan bukti-bukti yang dijabarkan. Jangan lupa juga untuk mengecek keaslian foto. Jangan sampai foto yang digunakan itu kejadian lain namun terkadang sebuah ilustrasi semata. Biasakan periksa tulisan kecil yang ada di bawah foto, akan ada keterangannya jika hanya sebuah ilustrasi.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Rabu (29/9/2021) pagi juga menghadirkan pembicara Lucia Palupi (Digital Konten Music Producer), Defira Novianti Crisandy (Ketua RTIK Sukabumi), Pipit Andriani (Public Speaking Coach), dan Ida Rhynjsburger sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Nyaman tanpa Kedinginan, Makin Mudah Didapat dengan Samsung AC WindFree™ Lite

Jakarta, Vakansi – Bagi para pengguna air conditioner (AC), hembusan angin AC yang mengenai tubuh …

Leave a Reply