hitcounter
Thursday , October 22 2020

Wishnutama Serahkan Sertifikat Indonesia Care Pertama di Bintan

Kepulauan Riau (Kepri)khususnya Bintan memiliki potensi pariwisata yang besar, dan juga menjadi salah satu pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia. Untuk itu, guna lebih meningkatkan rasa aman dan nyaman wisatawan berkunjung ke kepri Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/KaBaparekraf) menyerahkan sertifikat pertama Indonesia Care (IDoCare) sebagai salah satu bentuk kesiapan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), dalam melaksanakan protokol kesehatan CHSE _(Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability_) dengan baik.

“Alasan utama Kemenparekraf memilih pulau Bintan menjadi tempat pertama penyerahan sertifikat CHSE ini adalah karena Bintan merupakan _one of the lowest hanging fruit_ dan yang memiliki potensi besar untuk pengembangan pariwisata ke depan,” ujar Wishnutama Kusubandio, Menparekraf saat kegiatan “Kampanye Indonesia Care” di kawasan Lagoi, Bintan, Kepri, Sabtu (26/7/2020).

Wishnutama menjelaskan, Kampanye Indonesia Care sebagai sebuah strategi komunikasi untuk mempromosikan protokol CHSE. Implementasi protokol CHSE di destinasi wisata untuk menumbuhkan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan yang berkunjung. Apalagi, pariwisata Indonesia ke depan akan mengarah kepada pariwisata berkualitas.

“Implementasi nyata dari kampanye ini adalah melalui proses sertifikasi dan labelling Indonesia Care. Program ini merupakan proses audit dan verifikasi standar protokol CHSE kepada para pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif yang telah melaksanakan uji coba destinasi,” ujarnya.

Airlangga Hartanto, Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian mengatakan, Bintan menjadi tujuan wisata yang paling siap menerapkan protokol kesehatan dengan kondisi terkini masuk dalam zona hijau dan berada di lintas perbatasan antarnegara.

“Bintan menjadi pengungkit pertama sektor pariwisata Indonesia. Namun ini hanya bisa dicapai dengan penerapan protokol yang disiplin dan siap. Kepri masuk dalam zona hijau. Tingkat kesembuhan juga mencapai 64,7 persen dan _confirm fatality rate_ di bawah nasional yaitu 3 persen, dan jumlah aktif pasiennya 605 orang,” ujarnya.

Airlangga menambahkan, dengan potensi ini, aktivitas sektor pariwisata bisa dilakukan kembali dengan memulai pasar dari wisatawan nusantara (wisnus). Juga bisa dengan memulai kegiatan kegiatan MICE _(Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions_).

“Seperti istilah yang dikatakan Presiden bahwa jika sudah siap, sektor pariwisata bisa di _restart_ dan di _rebooting_ dari Kepri. Oleh sebab itu melalui peluncuran CHSE dengan memberikan sertifikat Indonesia Care, maka kegiatan pariwisata harus menggunakan protokol yang ketat. Atau bisa dimulai dengan wisata konvensi di dalam negeri, karena konvensi pesertanya terukur dan peserta acara bisa dibatasi jumlahnya,” ujarnya.

About Pasha

Check Also

Kemenparekraf Ajak Pelaku Film Bahas Peluang dan Strategi Kreatif di Era Normal Baru

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) mengajak pelaku industri film dan …

Leave a Reply