hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Waspadai Anak Terkena Dampak Buruk Internet, Kenali Ciri-cirinya

Pandemi telah berlangsung hampir dua tahun, banyak kebiasaan masyarakat yang berubah termasuk aktivitas dalam menggunakan internet yang makin meningkat. Bukan hanya orang dewasa, anak yang dulu hampir belum tersentuh gawai kini harus mengikuti Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.

Orangtua tidak mungkin melarang anak menggunakan internet, karena saat ini internet sudah menjadi kebutuhan yang tidak terhindarkan bagi semua orang. Namun orangtua dapat memberikan pemahaman kepada anak agar menggunakannya secara positif. Caranya dengan mendiskusikan dan berkomunikasi bersama anak sebelum memasuki ruang digital.

“Cyberbullying yang bentuknya seperti komentar cenderung menghina, meremehkan, melecehkan, merendahkan dan menghujat itu dampak yang paling rawan dialami anak. Kemudian pornografi dan radikalisme, pelecehan seksual atau online grooming, dan kecanduan game,” kata Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, Jum’at (1/10/2021).

Dia pun memberikan ciri-ciri anak terkena dampak buruk internet. Untuk pornografi, cirinya pembicaraan anak akan mengarah ke pornografi, konsentrasi dan prestasi anak menurun, serta anak mengalami perubahan perilaku. Sementara untuk radikalisme anak cenderung sering berbicara, berpikir, bertindak yang berkaitan dengan kekerasan. Ciri dampak pelecehan seksual, biasanya anak punya uang saku atau barang yang bukan dari orangtua atau keluarga, sering menyendiri di kamar, bolos sekolah dan les, banyak cerita tentang orang dewasa tertentu.

Untuk menghindari segala macam dampak negatif, orangtua perlu memberikan pemahaman kepada anak agar menggunakan internet secara positif. Caranya dengan mendiskusikan dan berkomunikasi bersama anak sebelum memasuki ruang digital. Orangtua dan anak perlu mengatur kesepakatan aturan bermain internet, lalu menjelaskan mengenai keamanan dan privasi dalam bermedia sosial, orangtua perlu memahamkan anak mengenai digital citizenship agar anak berperilaku baik sebagai warga digital.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Pringgo Aryo, Produser dan Komposer Musik, Dee Rahma, Digital Marketing Strategist dan Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply