hitcounter
Tuesday , July 16 2024

Waspada, Ini 10 Jenis Penipuan Online yang Sering Terjadi Di Indonesia

Seiring dengan perkembangan teknologi internet, makin bermunculan juga berbagai kejahatan siber yang mengintai. Bahkan, terkadang kejahatan siber ini sulit untuk dihindari.

“Kejahatan dunia maya atau cybercrime umumnya mengacu kepada aktivitas kejahatan dengan komputer atau jaringan komputer sebagai unsur utamanya, istilah ini juga digunakan untuk kegiatan kejahatan tradisional dimana komputer atau jaringan komputer digunakan untuk mempermudah atau memungkinkan kejahatan itu terjadi,” ujar Alaika Abdullah, Virtual Assistant & Digital Content Creator, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Wilayah Seram Bagian Barat, Maluku, Rabu, (3/11/2021).

Ia mengatakan bahwa salah satu jenis cybercrime yang paling sering adalah penipuan online. Penipuan online yang dimaksud dalam cybercrime adalah yang menggunakan internet untuk keperluan bisnis dan perdagangan sehingga tidak lagi mengandalkan basis perusahaan yang konvensional yang nyata.

Lebih lanjut, Alaika mengatakan bahwa dari sekian banyak jenis penipuan yang dapat dilakukan online, ada 10 jenis penipuan online yang sering terjadi. Apa saja?

  1. Auction Fraud

Modus penipuan melalui situs atau media sosial pelelangan palsu. Pelaku akan menawarkan berbagai jenis barang yang biasanya produk dengan produksi terbatas (limited edition) atau produk bermerk lainnya. Seperti pada proses lelang pada umumnya, pelaku akan membuka penawaran (bid), korban dengan penawaran tertinggi akan mendapatkan produk tersebut.

dalam hal ini, setelah korban membayarkan sejumlah uang, pelaku akan menghilang atau mengirimkan barang palsu

  1. Counterfeit Gift

Modus penipuan yang satu ini sudah sangat sering di temukan di dunia online. Munculnya informasi mengenal undian berhadiah sering tampok di layar gadget saat kita sedang melakukan aktivitas di dunia maya.

Aksi modus ini sangat sederhana Pertama-tama, para korban diajak untuk bergabung lebih dulu di situs undian online dengan iming-iming hadiah yang sangat besar. Lalu para korban disuruh mengisi identitas diri inama, usia, tanggal lahir, jenis kelamin, dan lainnya). Tidak sampai di situ para korban nantinya akan disuruh untuk mentransfer sejumlah uang sebagai biaya pendaftaran sebelum akhirnya ikut undian

  1. Costumer Care Fraud

Penipuan Layanan Pelanggan dilakukan dengan cara berikut:

– Share Login Info suatu bentuk tindakan penipuan dengan mencuri informasi sensitif terkait akun Jasa Keuangan Anda, seperti PIN, OTP dan Password

Dengan memberikan informasi bohong/palsu yang menyebabkan korban tanpa sadar memberikan informasi sensitif tersebut.

– Share Care Info adalah suatu bentuk tindakan penipuan dengan mencuri informasi data data kartu, Modus yang paling sering digunakan pelaku, adalah dengan menghubungi korban mengatasnamakan Bank dengan beralasan untuk satu dan lain hal yang tanpa disadari korban memberikan informasi penting terkait akun kartu debet/credit seperti nomor kartu, OTP/PIN

  1. Identity Theft

Dalam pencurian identitas, informasi pribadi Anda dicuri oleh penipu melalui internet dan digunakan untuk membuat akun media sosial palsu hingga mengajukan pinjaman pribadi, atau kartu kredit dengan bank. Ketika pinjaman dicairkan atas nama Anda, Anda akan bertanggung jawab untuk pembayarannya. Bank akan mengirimkan pemberitahuan untuk pelunasan. Jika pinjaman tidak dilunasi akan berdampak buruk pada skor kredit Anda dan Anda akan ditandai sebagal mangkir pinjaman.

  1. Job Scam

Job scam atau Work from home scam adalah salah satu penipuan internet yang sedang marak semenjak Pandemi. Modusnya dengan menjanjikan bahwa korban akan mendapatkan uang yang banyak, hanya dengan bekerja selama beberapa jam dari rumah. Untuk mendaftar, pencari kerja akan diminta untuk menyetor sejumlah uang untuk perlatan kerja. Setelah uang disetorkan perusahaan menghilang.

  1. Loans Fraud

Dalam banyak kasus, kejahatan dengan modus pinjaman online ini kerap dilakukan melalui sambungan telepon atau melalu Website yang terkesan resmi. Korban ditawari berbagai hat menguntungkan, seperti kenaikan plafon tanpa proses rumit. potongan cicilan berupa diskon, dan yang lainnya. Setelah korban tertarik mengajukan pinjaman, pelaku akan meminta data korban dan memproses pinjaman dengan bunga yang sangat tinggi dan memberatkan.

  1. Ponzi Schemes

Penipuan Skema Ponzi sering dilakukan dengan modus Multi Level Marketing atau MLM. biasanya dalam bentuk usaha Koperasi Simpan Pinjam secara online yang menjajikan keuntungan lebih dari bunga bank. Penipuan ini dikenal juga dengan istilah Investasi Bodong

  1. Romance Fraud

Saat ini banyak orang yang menggunakan aplikasi online dating untuk menemukan jodoh orang asing. Tapi aplikasi ini juga merupakan alasan bagi seorang penipu untuk menipu orang yang tidak bersalah dengan membuat profil palsu. Dalam penipuan ini, pertama, penipu membuat korban percaya. Setelah kepercayaan dibuat, uang dijarah dari para korban. Pada sebagian kasus korban akan dijual oleh pelaku yang merupakan anggota sindikat Human Trafficking

  1. Shopping Fraud

Ini adalah salah satu penipuan internet terbesar sejak beberapa tahun terakhir. Penipu membuat portal belanja online palsu. Dalam website, mereka menampilkan produk yang menarik dengan harga yang sangat murah. Tapi, setelah transaksi selesai dilakukan, penipu akan mengirimkan produk palsu atau bahkan produk tidak dikirim sama sekali. Situs web ini tidak akan memiliki kebijakan pengembalian atau pengembalian uang dan juga tidak akan ada tim dukungan pelanggan yang dapat dihubungi.

  1. Social Media Scam

Berawal dari Pencurian Data Pribadi melalui proses Phising. Pelaku akan membuat sejumlah akun media sosial palsu yang menggukan identitas Anda untuk menipu lebih banyak orang lagi di Sosial Media.

Untuk itu, ia menyarankan untuk bisa lebih berhati-hati dalam menggunakan internet. Selain, itu ia juga menyarankan untuk bisa melaporkan saat menemui penipuan secara online tadi.

Dalam webinar tersebut, juga hadir Nico Oliver, Penggiat Digital dan Content Creator, Rodrich Rollis Rahalalu, communication practioner, dan Sondang Pratama sebagai Key Opinion Leader.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital

About Pasha

Check Also

Philips LED Downlight Hadirkan Pencahayaan Hunian yang Terang, Nyaman dan Estetik

Jakarta, Vakansi – Signify (Euronext: LIGHT), pemimpin dunia di bidang pencahayaan untuk profesional dan konsumen, …

Leave a Reply