hitcounter
Monday , July 22 2024

Warga Digital Perlu Menerapkan Etika Berinternet

Fakta pengguna internet di Indonesia telah mencapai 202,6 juta, melihat kebutuhan internet yang semakin penting bagi kehidupan sehari-hari pemerintah pun terus memperbaiki infrastruktur jaringan komunikasi hingga pelosok daerah. Supaya semua lapisan masyrakat dapat terhubung dengan internet. Lalu bagaimana masyarakat memanfaatkan internet saat ini?

Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning mengatakan, rata-rata orang Indonesia memakai internet sekitar 8 jam per hari. Berarti sepertiga hari telah dihabiskan untuk internet dan menariknya lagi kita itu bermedia sosial 3 jam.

“Apalagi teman-teman yang bekerja kreatif, jualan online, entah influencer, content creator pastinya lebih intens,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, Selasa (2/11/2021).

Hal tersebut merupakan fakta bahwa semuanya telah menjadi digital. Terbukti selama pandemi transformasi masyarakat berinteraksi dan bertransaksi di dunia digital sangatlah cepat. Jika dulu bekerja, berbisnis, belajar, dilakukan secara tradisional dengan pertemuan langsung, sekarang semuanya bisa terhubung lewat jaringan internet.

Akan tetapi ternyata masih banyak masyarakat yang belum memaksimalkan internet hari ini. Justru survei dari Microsoft menyebut netizen Indonesia paling tidak sopan se-Asia Tenggara. Lebih mirisnya lagi Indonesia menempati ranking ke-4 terbawah sedunia, sehingga bisa dibayangkan bagaimana nenek moyang dulu membangun Tanah Air dengan tumpah darah, dikenal masyarakatnya berbudaya. Namun setelah adanya teknologi, etika dan budaya tersebut justru hilang.

“Tidak ada yang salah dengan teknologi, namun penggunanya lah yang harus belajar menerapkan etika di ruang digital seperti di kehidupan nyata. Karena tidak jauh bedanya,” katanya lagi.

Dia mengatakan, memiliki etika dan membangun kualitas diri yang unggul kini bukan datang dari kemampuan dan kecerdasan diri sendiri, sebab di era digital sekarang ini diperlukan kolaborasi atau dengan tim kerja. Penerapan kolaborasi digital ini menjadi salah satu kemampuan yang harus dimiliki setiap orang di masa kini. Terutama di masa pandemi Covid-19, penerapan kolaborasi digital sangat dibutuhkan untuk kegiatan bisnis dan mendukung aktivitas masyarakat.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Majalengka, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Henry Herlambang CMO Kadobox, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Nandya Satyaguna seorang Medical Doctor, dan Andi S, Health Educator.

dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Tiga Kehebatan Kamera 50MP Galaxy Z Flip6 Terbaru

Jakarta, Vakansi – Samsung secara resmi memperkenalkan lini terbaru smartphone flagship lipatnya kepada konsumen dengan …

Leave a Reply