hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Warga Digital Indonesia Harus Jadi Kreator Konten Positif

Bermedia sosial memang menyenangkan sebagai hiburan saat sedang di rumah saja akibat pandemi. Berinteraksi dengan banyak orang, saling menghibur berbagi konten juga membuat konten di fitur-fitur yang sudah disediakan platform.

Berinteraksi di dunia digital meskipun tidak ada sesuatu serius yang dilakukan namun bukan berarti tanpa rambu dan etika. Fikri Andika, Program & Partnership Next Generation Indonesia mengingatkan kembali saat di media sosial kita tetap selalu waspada untuk menjaga privasi dan keamanan data diri. Hati-hati untuk tidak mengklik sembarangan link yang tertaut ke media sosial kita sekalipun sesuatu yang hanya sekadar lucu-lucuan.

Warganet saat bermedia sosial harus memperhatikan karakteristik media sosial. Setiap media sosial memiliki konsep dan karakteristik berbeda tentunya konten yang terdapat di dalamnya pun berbeda-beda. Beda karakter, beda konten, harus beda pula postingannya.

“Jangan sampai aplikasinya sudah berbeda tapi kontennya sama, itu dapat membuat followers kita atau teman-teman kita merasa bosan melihatnya. Kita juga harus mempunyai suatu nilai yang membuat orang itu penasaran dengan postingan kita, mendapat pengetahuan dari apa yang kita share,” ujarnya di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021).

Kita juga harus tahu saat kita menggunakan aplikasi media sosial, jangan sampai tidak melihat community guidelines. Kita harus membaca teliti jangan asal ceklis, bisa jadi ada salah satu dari ketentuan mereka yaitu memperbolehkan data diri kita diberikan kepada pihak ketiga.

Warga digital Indonesia yang baik juga harus menjadi bagian dari kreator konten positif. Banyak hal yang dapat kita bagikan, tidak harus serius tetapi minimal menambah informasi baru. “Misalnya, membuat konten jalan-jalan ke pabrik Moci terkenal di Sukabumi, di sana kita bisa tahu bagaimana membuat moci. Lalu kita posting di media sosial. Sebuah konten ringan yang positif dan memberi ilmu,” ucapnya memberi ide.

Batasi waktu perhatikan durasi ‘gadget time‘ kita. Bijaklah dalam mengatur waktu ingat, bahwa masih ada dunia baru yang perlu kita jelajahi. Jangan sampai kita hanya fokus di media sosial melupakan sekeliling. Ada keluarga yang perlu berinteraksi dengan kita.

Menurut Vox Media, media sosial itu memang diciptakan untuk menjadikan kita seorang pecandu. Jangan sampai ketika kita sudah berlama-lama di media sosial malah kita menjadi kecanduan sama seperti tujuan media sosial itu sendiri.

Fikri menyebut, aktivitas di digital lainnya seperti berbelanja online juga dapat membuat kecanduan. Jangan sampai ketika kita sudah kecanduan untuk belanja kita malah merugi atau defisit alias banyak hutang.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Muhammad Sahid (Dosen UIN Alauddin Makassar), Dicky Renaldi (Kreator Nongkrong Siberkreasi), Muhammad Arifin (Kabid Komunikasi Publik Relawan TIK Indonesia) dan Aflahandita sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply