hitcounter
Thursday , August 5 2021

Virtual Life Tumbuh di Era Digital

Adanya pandemi Covid-19 membuat Indonesia mengalami percepatan era digitalisasi dari beragam aspek kehidupan. Pandemi membatasi aktivitas fisik dan mengedepankan aktivitas secara digital. Mulai dari sekolah, bekerja, hingga berbisnis secara online.

Data yang dipaparkan Ridwan Rustandi, Dosen FDK UIN Bandung, menyatakan Indonesia merupakan pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara. Namun, hal ini berbanding terbalik dengan data mengenai literasi digital, Indonesia menempati urutan 56 dari 62 negara di dunia.

“Hal ini ditandai dengan masih banyaknya pelaku penyebar hoaks atau korban dari hoaks itu sendiri. Menurut data APJII, hampir 80% setiap harinya kita terpapar informasi hoaks, hate speech, cyber bullying, dan konten yang mengarah kepada radikal terorisme,” tutur Ridwan, saat menjadi pembicara pada Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021).

Ia mengatakan, konten berisi hoaks, hate speech, dan sebagainya beriringan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tidak jarang konten berawal dari dunia maya kemudian menyebabkan konflik yang besar di dunia nyata. Terlebih kalau konten sejenis itu bertemu dengan momentum yang pas, contohnya seperti momentum politik. Salah satu cara untuk mengatasi ancaman hoaks dan sejenisnya adalah dengan memblokir situs-situs penyebar berita hoaks.

“Bagaimana pentingnya kita hari ini membangun budaya digital yang positif. Sehingga dengan perangkat digital yang ada membuat peluang untuk mengantisipasi ancaman-ancaman yang ada. Bahkan kita menjadi agen perdamaian. Hingga ancaman disintegrasi bangsa itu menjadi musuh bersama salah satunya dengan membangun digital culture, yang positif dan inovatif dan berorentasi pada persatuan bangsa,” tambahnya.

Saat ini perubahan pada media digital menjadi sangat terlihat. Menurut Ridwan, hal ini dikarenakan adanya mediamorfosis. Media komunikasi ini dahulu ditandai dengan transformasi dari konvensional ke media digital. Salah satunya ditandai dengan internet. Media ini akan terus berkembang dan berinovasi sesuai dengan zamannya. Mediamorfosis juga terlihat dari bagaimana cara kita berkomunikasi dari lisan, tulisan, kemudian hingga saat ini berkomunikasi dengan cara digital.

Media baru ini semakin menarik ketika muncul konvergensi media yang menggabungkan beragam format menjadi bentuk multimedia. Perkembangan domainnya juga tidak didasarkan pada komunikasi interpersonal saja, bahkan saat ini menjadi domain penyiaran. Semuanya itu tersimpan dan terdokumentasikan karena adanya jejak digital.

Ridwan juga menyampaikan saat ini kita mengalami virtual life atau kehidupan virtual. Ciri adanya kehidupan virtual ini ditandai dengan koneksi global, sekat geografis bukan menjadi hal yang penting. Kedua, adanya clicktivism, yaitu memobilisasi dunia maya dengan menggiring opini. Ketiga, ruang sosial virtual, seperti penggunaan media sosial. Keempat, komunikasi virtual, yaitu berkomunikasi dengan mengandalkan dan memanfaatkan jaringan internet.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Subang, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara I Gusti Ayu Alma (Digital Marketer Personal Branding Coach), Soni “ammho” Mongan (Konten Kreator), Wijaya Kusuma (Ketua RTIK Kabupaten Subang), dan Btari Sekar Ayu sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply