hitcounter
Monday , July 22 2024

Untung dan Rugi Media Sosial Bagi Generasi Muda

Pengguna aktif media sosial di Indonesia sudah mencapai 170 juta, di antara 202,6 juta pemakai internet dari total 275 juta penduduk. Setidaknya terdapat 3 media sosial yang paling banyak diakses pengguna di Indonesia, yaitu YouTube (43%), Facebook (41%), dan Whats’App (40%).

“Dalam berbagai bidang, media sosial memiliki keuntungan dan kerugian terutama untuk para anak muda,” kata Neneng Hendriyani, Staff Pengajar SMA Negeri 4 Cibinong saat Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Senin (25/10/2021).

Dalam bidang pendidikan, jelas media sosial berupa aplikasi percakapan digunakan untuk mengakses, menyeleksi, memahami, memverifikasi, memproduksi, mendistribusikan serta kolaborasi online secara realtime. Garda terdepan selama Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) aplikasi percakapan seperti What’sApp, Telegram dan Zoom sangat membantu. Namun tentunya segala manfaat tergantung pada ketersediaan akses internet. Kelebihan aplikasi percakapan tersebut pun mempermudah karena bentuknya teks, video, dan bisa berupa voice note.

“Keuntungan media sosial di bidang pendidikan sebagai saluran komunikasi antara guru dengan murid, serta orangtua dengan guru,” katanya lagi.

Sebagai jaringan pembelajaran online, media sosial tersebut bisa melibatkan banyak penyedia sumber belajar karena kini sumber belajar bukan hanya dari guru dan sekolah saja. Kemudian media sosial digunakan siswa dan generasi muda untuk menyalurkan kreativitas, untuk blog, video, vlog, berbagai konten positif yang produktif lainnya.

Di bidang sosial budaya, penggunaan media sosial memiliki keuntungan untuk mempromosikan budaya. Serta menjadi cara untuk mengenalkan keragaman budaya di setiap daerah yang kaya dengan klik saja. Sementara untuk bidang bisnis, media sosial sangat bermanfaat sebagai sarana berjualan. Misalnya platform marketplace TokoPedia, Shopee, Bukalapak, Carousell, yang bila dimanfaatkan akan memberi nilai ekonomi.

Dengan segala perubahan ke arah digital, media sosial seperti platform fintech seperti GoJek, Linkaja, Ovo, termasuk Jenius maka pembayaran menjadi sangat mudah dilakukan. Tentunya segala penggunaannya harus memerhatikan faktor keamanan seperti menjaga PIN, kode OTP, dan menggunakan fitur keamanan lainnya yang disediakan penyedia layanan.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Sahrir Romdon, dari Edukasi4ID, Tuti Alawiyah, Instruktur VCT, Ana Agustin, Managing Partner di Indonesia Global Lawfirm, dan Inge Indriani, Bakrie Founder Bumbukatjanhkoe.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Tiga Kehebatan Kamera 50MP Galaxy Z Flip6 Terbaru

Jakarta, Vakansi – Samsung secara resmi memperkenalkan lini terbaru smartphone flagship lipatnya kepada konsumen dengan …

Leave a Reply