hitcounter
Wednesday , April 17 2024
Turis perempuan

Turis Perempuan India Menginginkan Wisata Yang Aman

Jumlah perempuan India yang berwisata terus meningkat dalam satu dekade terakhir. Umur bukan lagi sebuah stigma, dan perempuan segala usia makin percaya diri untuk berwisata. Namun, bagi turis perempuan dari India, keamanan dan kenyamanan masih menjadi masalah utama ketika merencanakan untuk berwisata.

HolidayIQ mengeluarkan hasil survei terhadap harapan dari para turis perempuan. Penelitian tersebut dilaksanakan pada Women’s Day terhadap 20.000 partisipan dari 30 kota di India.

Jumlah perempuan yang berwisata sendirian di India telah meningkat tajam menjadi 29 persen dibandingkan tahun lalu yang hanya 18 persen. Berdasarkan survei tersebut, 72 persen turis perempuan mengatakan bahwa berwisata sendirian dengan aman adalah prioritas utama.

Rata separuh dari turis perempuan yang menjadi responden (49 persen) menginginkan ada lebih banyak perempuan pemandu wisata, dan sekitar 28 persen responden menginginkan moda transportasi yang isinya hanya perempuan. 45 persen responden mengatakan mereka ingin lebih banyak sopir taksi perempuan.

Mayoritas turis perempuan tidak mau berwisata menggunakan kereta karena buruknya sanitasi di dalam kereta. Lebih dari separuh responden (55 persen) mengatakan ingin berwisata menggunakan bus dan kereta yang bersih.

Hotel dan resor masih menjadi pilihan utama para turis perempuan sebagai tempat menginap, yakni dipilih oleh 60 persen responden. Namun, dalam beberapa bulan belakangan, makin banyak turis yang memilih untuk menginap di akomodasi alternatif, seperti homestay, tenda, lodges, dan apartemen. 18 persen perempuan mengatakan menginginkan akomodasi yang aman.

Ponsel pintar dan aplikasi travel sangat membantu para turis dalam merancang perjalanan mereka maupun menjadi panduan ketika berada di destinasi wisata. Karena itu, 47 persen turis perempuan menginginkan adanya fasilitas Wi-Fi.

Para turis perempuan juga ingin mencari pengalaman yang langka, dan 61 persen menginginkan adanya akses yang mudah ke destinasi terpencil. Mereka lebih tertarik terhadap destinasi dan pengalaman yang berbeda.

HolidayIQ mengungkapkan bahwa perjalanan wisata yang dirancang oleh perempuan memiliki bujet rata-rata 17 persen lebih tinggi dibandingkan perjalanan wisata yang dirancang oleh para laki-laki. Selain itu, masa perjalanan para turis perempuan juga meningkat menjadi 5-7 hari.

Singapura Sangat Ketergantungan Turis Indonesia

About admin

Check Also

Perputaran Ekonomi Saat Momen Libur Lebaran 2024 Diproyeksikan Mencapai Rp276,11 Triliun

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memproyeksikan perputaran …

Leave a Reply