hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Tumbuhkan Rasa Cinta Tanah Air di Era Digital dengan Bangga Produk dan Budaya Lokal

Perkembangan bisnis dari masa ke masa dimulai dengan sistem barter hingga saat ini menggunakan teknologi digital saat melakukan transaksi. Era Revolusi Industri 4.0, semua dilakukan secara digital pada era Internet of Things.

Di Indonesia sendiri, penggunaan internet masyarakat mencapai 8 jam/hari dengan total populasi pengguna sebanyak 202,6 juta jiwa. Melalui kondisi ini dapat terlihat hampir 2/3 populasi Indonesia sudah menggunakan dan paham menggunakan internet. Secara penggunaan transaksi, di tahun 2020 Indonesia mencapai 266,3 Triliun transaksi. Dengan ini, penggunaan digital di era ekonomi sangat signifikan.

“Kita menggunakan aplikasi dari bangun tidur hingga tidur kembali itu sudah digital. Untuk melengkapi kebutuhan sehari-hari juga sudah melalui handphone. Misalnya, pesan taksi online dan pesan makan online,” ujar Geri Sugiran AS, Dewan Pembina Relawan TIK Jabar dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021).

Untuk aktivitas ekonomi saat ini, kebanyakan dilakukan dengan memanfaatkan internet dan platform digital. Misalnya, memesan hotel, pendidikan, hiburan, jual beli dengan marketplace, kesehatan, hingga transaksi. Begitu juga dengan perilaku konsumen. Sebanyak 82% konsumen mencari informasi produk menggunakan internet dan 80% bisnis online tumbuh lebih cepat dibandingkan offline.

“Era baru ini memiliki dampak ancaman dan peluang. Ancamannya beberapa pekerjaan yang tergantikan dengan mesin dan murid sekolah dasar akan bekerja pada pekerjaan yang belum pernah ada sebelimya, seperti youtuber,” tuturnya.

Sedangkan peluangnya, terdapat peningkatan tenaga kerja yang lebih kreatif. Dalam artian bisa dilakukan di rumah secara mobile dan hanya membutuhkan gadget. Secara lingkungan, terdapat pengurangan gas emisi karbon sebanyak 26 miliar metrik dari indsutru elektronik, logistik, dan otomotif.

“Bagaimana kita menghadapi era digital ini? Saya memunculkan ide bagaimana bangga dengan produk dan budaya lokal ke digital. Misalnya, saat itu saya dan Jabar Daily mengangkat produk lokal kuda lumping. Kita kenalkan kalau budaya itu masih berkembang. Hal ini yang harus kita coba agar lokalitas budaya tetap ada,” tambahnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Rabu (7/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Dendy Muris (Dosen Institut Komunikasi dan Bisnis LSPR), Amykamila (CEO @heysbofficial, Creatove), Asep Suhendar (Relawan TIK Content Creator), dan Jessica Alexy sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply