hitcounter
Thursday , January 27 2022

Transformasi Digital Membutuhkan Kesiapan Masyarakat Menerapkan Etika Berinternet

Adanya transformasi ke arah digital, membuat masyarakat juga dituntut untuk menerapkan etika dan keberadabannya berintraksi dengan pengguna lainnya. Menurut laporan Digital 2021: The Latest Insight Into The State of Digital yang diterbitkan pada 11 Februari 2021, pengguna internet dan media digital di Indonesia diketahui sudah mencapai 202,6 juta. Indonesia pun tercatat dalam 10 besar negara yang kecanduan media sosial, posisi Indonesia berada di peringkat ke-9 dari 47 negara yang dianalisis.

Loury Mogot, Consultant at Power Character mengatakan, di era serba internet sekarang ini informasi begitu mudah dibagikan sehingga jika masyarakat tidak pintar dan bijak saat menjadi pengguna media social tentunya ada konsekuensi tertentu yang merugikan.

“Etika di dunia digital sangat diperlukan agar tercipta ruang digital positif bagi semua penghuninya,” katanya saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Rabu (1/12/2021).

Berbicara mengenai etika digital, hal tersebut mengacu pada kemampuan individu dalam menyadari, mencontohkan, menyesuaikan diri, merasionalkan, mempertimbangkan, dan mengembangkan tata kelola etika digital dalam kehidupan sehari-hari.

Loury mengatakan, etika dan norma kesopanan sangat penting di ruang digital sebab pengguna internet berasal dari berbagai negara. Jika tidak ada sopan santun dan sikap saling menghargai, maka akan mudah sekali terjadi pergesekan. Pengguna internet sering kali juga orang merupakan orang yang hidup dalam anonymouse atau tanpa identitas, di dunia digital setiap orang bahkan bisa menjadi siapa saja. Selain itu, pengguna internet akan selalu bertambah dan memungkinkan masuknya penghuni baru di dunia maya.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Agus Jamiatul, General Manager TC Invest, Iman Darmawan, Fasilitator Public Speaking, Nandya Satyaguna, seorang Medical Doctor, dan Ryan Samuel, seorang Dokter Muda Pegiat Fotografi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

MediaTek Tunjukkan Teknologi Wi-Fi 7 di Dunia kepada Pelanggan dan Pemimpin Industri

MediaTek mengumumkan demo langsung pertama teknologi Wi-Fi 7 di dunia, menyoroti kemampuan portofolio konektivitas Wi-Fi …

Leave a Reply