hitcounter
Friday , September 17 2021

Transaksi Online Semakin Masif, Begini Cara Perlindungan Keamanannya

Sebanyak 73,7% masyarakat Indonesia atau 202,6 juta jiwa telah menggunakan internet, lonjakan ini terjadi sebagai dampak dari pandemi Covid-19. Aktivitas menggunakan mobile phone untuk belanja online pun makin meningkat, dari sebelumnya harus bertransaksi ke suatu tempat dan membutuhkan pertemuan fisik kini dilakukan lewat online.

Hampir seluruh masyarakat Indonesia semuanya sudah melakukan pembelanjaan online dan 79,1% melakukannya melalui mobile phone. Peningkatan transaksi pembelanjaan online tersebut ditenggarain juga kondisi pandemi yang masih berlangsung.

“Selain itu saat ini metode e-payment atau pembayaran elektronik sudah menjadi bagian dari hidup generasi milenial. Sebanyak 75% diketahui dari hasil riset Tim Survei Warta Ekonomi pada Januari 2020, menggunakannya karena tertarik dengan promo. Meski demikian, terdapat risiko dari transaksi belanja online,” kata Boyke Nurhidayat, dari Divisi Kerjasama Edukasi4ID saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, pada Jum’at (27/8/2021).

Menurut survei KataData.co.id data pribadi pengguna marketplace di Indonesia rentan mengalami kebocoran. Data tersebut diduga dicuri oleh sekelompok peretas. Pola peretasan menggunakan kata kunci corona atau Covid-19 untuk memancing pengguna. Ada jug penipuan phising melalui email, penguncian perangkat saat instal aplikasi, dan memancing pengguna dengan masuk ke website bertema corona.

Lalu bagaimana cara melindungi data kita di internet? Boyke menyarankan untuk mengecek URL, mengundu aplikasi dari sumber yang terpercaya misalnya Google Play atau App Store, selain itu sebaiknya rutin untuk mengupdate software. Update software tersebut biasanya dilakukan developer untuk menutup kekurangan agar tidak ada kesempatan untuk penjahat online.

Sebagai pengguna, Anda juga jangn lupa mengecek lebih detail dan melihat isi fake email berisi spam yang sering masuk. Cek pengaturan keamanan misal reset password secara berkala, hindari juga penggunaan wifi publik, jangan lupa log out akun setelah selesai menggunakan, dan gunakan password yang kuat dan sulit ditebak, gunakan two factor authentication, dan tidak mengunggah sembarang informasi pribadi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Henry V. Herlambang, CMO Kadobox, M. Makmun, Guru SMKS Gema Nusantara Kabupaten Bekasi, dan Wiwin Agustini, Wakasek Bidang Kesiswaan SMKS Gema Nusantara.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply