hitcounter
Monday , September 20 2021

Tips Tingkatkan Kreativitas Saat Pandemi

Pandemi yang entah sampai kapan berakhirnya ini dibutuhkan semangat untuk terus bertahan dan jiwa kreativitas tinggi. Kreativitas ini selain mengisi waktu saat di rumah saja, mungkin juga dapat menjadi peluang usaha yang dapat menambah pendapatan kita. Bagaimana meningkatkan kreativitas saat pandemi?

Menurut, Dede Muhammad Multazam, peneliti PPIM UIN Jakarta terpenting dilakukan ialah asah kreativitas dengan mencari tahu apa yang kita suka dan kita bisa. Diasah dengan cara dilatih terus karena seseorang ada yang memiliki keahlian sejak lahir, ada yang harus diasah terlebih dahulu.

Kemudian ubah lingkungan sekitar, kita bergabung dengan banyak komunitas atau pelatihan untuk meningkatkan kapasitas kita. Bertemu dengan orang-orang yang memang dapat menunjang tingkat kreativitas kita. Mengapa tidak untuk mencoba untuk mengambil risiko?

“Keluar dari zona nyaman sesekali untuk mencoba hal baru, misalnya dengan mengambil bidang yang lain. Tetap risiko yang dipilih jangan terlalu besar misalnya dengan menggunakan modal yang cukup besar,” ungkap Dede saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021).

Perhatikan dan catat ide-ide baru, harus dicatat jangan sampai menguap begitu saja, sebab ide datang dan terlupkan. Jika dicatat, dapat dipikirkan langkah selanjutnya atau apa saja yang diperlukan. Coba menantang diri sendiri, dengan melakukan kreativitas baru.

Jadi, kira-kira kegiatan kreatif apa saja yang dapat dilakukan selama pandemi ini yang bisa menambah pemasukan. Membuat Podcast hanya dengan perekam melalui ponsel pintar lalu diunggah ke platform, menulis kegiatan yang dapat dilakukan di mana saja, juga dapat diunggah di manapun.

“Menulis bisa di website pribadi, blog, media sosial seperti Facebook, caption Instagram dan platform menulis lain seperti Wattpad, Medium. Berbagai topik dapat ditulis sesuai dengan minat dan data yang kita punya. Menulis novel atau cerita pendek yang mungkin saja membawa kita menjadi penulis skenario,” tuturnya.

Kegiatan lain di rumah seperti berkebun yang hasil tanaman dapat kita jual, atau dapat kita buat konten mengenai tanaman. Memasak, beraneka resep masakan maupun cemilan dapat dijual yang promosinya dapat kita lakukan melalui media sosial buat berdasarkan pesanan. Jika sudah lebih serius layaknya membuka warung makan tapi hanyadi dapur sendiri dapat kita daftarkan di aplikasi antar seperti GoFood, GrabFood, ShopeeFood, Traveloka Eats dan lainnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Jumat (20/8/2021) juga menghadirkan pembicara dr. Katherine (Praktisi Kesehatan), Iwan Kenrianto (Founder YukbisnisKost) dan Deya Oktarissa sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply