hitcounter
Sunday , November 28 2021

Tips Cegah Anak Terpapar Konten Pornografi

Tanpa disadari, banyak orangtua yang membiarkan anak-anakanya bermain barang elektronik, seperti ponsel tanpa pengawasan. Walaupun, sudah banyak ponsel dengan fitur canggih yang dapat menyaring konten untuk anak-anak, namun hal itu tetap tidak dapat memastikan seratus persen anak-anak tidak akan terpapar dengan konten-konten pornografi.

Hal itu dijelaskan, Ida I Dewa Ayu Yayati Wilyadewi, Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis dan Pariwisata, dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021).

Ia menjelaskan, konten pornografi sangat berbahaya bagi perkembangan anak-anak, yang tidak hanya secara fisik namun juga mental, seperti, kerusakan otak, kecanduan, keinginan untuk menirukan, melakukan tindakan seksual bahkan kerusakan mental.

Berikut ini beberapa tips untuk mencegah agar anak-anak tidak terpapar konten-konten pornografi secara online, seperti:

  • Komunikasi Terbuka

Penting bagi orang tua dan pengasuh untuk dapat memulai percakapan terbuka tentang pengalaman online anak mereka. Sekolah juga dapat memainkan peran penting dalam membantu anak-anak dan remaja memahami paparan mereka terhadap pornografi online dengan cara yang sehat.

  • Berpikir Kritis

Anak harus didorong untuk mempertanyakan pornografi, tentang apa manfaatnya dari semua itu. Membantu mereka berpikir kritis akan mempersenjatai anak-anak dan remaja untuk terlibat secara kritis dalam menentukan mana yang pantas mereka konsumsi di dalam media dan mana yang buruk bagi mereka.

  • Melek Digital

Orang tua dan pengasuh didorong untuk mendidik diri mereka sendiri tentang internet dan media sosial, untuk menyadari bahaya dan peluang online saat ini yang dihadapi anak-anak mereka. Orang tua dan pengasuh cenderung tidak terintimidasi oleh risiko online jika mereka diberi tahu dan mengambil peran aktif dalam kehidupan digital anak-anak mereka.

  • Mediasi

Kontrol orang tua sangat penting untuk strategi minimisasi bahaya. Komunikasi antara orang tua dan anak yang baik bisa membuat mereka lebih paham untuk diberi saran serta masukan.

  • Memberi Dukungan

Dukungan untuk anak-anak dan remaja yang telah terpapar pornografi online sangat penting untuk kemampuan mereka memproses pengalaman mereka dengan cara yang sehat. Dukungan orangtua atau sekitar bagi mereka dalam bentuk perhatian akan sangat berdampak bagi perkembangan anak. Dukungan ini juga bisa dalam bentuk lebih memerhatikan jam online anak, memerhatikan konten yang mereka konsumsi dan membatasi mereka dalam mengakses sesuatu secara online.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, Kamis (21/10/2021) juga menghadirkan pembicara, Faridlatus Saadah (Dosen Bahasa Inggris STAI AL-Anwar), Moh. Rizki Firdaus (Direktur Utama CV. Kreasi Anak Nusantara), Diding Adi Parwoto (Praktisi IT & Ketua LPM IAI Uluwiyah Mojokerto), dan Eka Tura Johan (TV Presenter & Profesional MC) sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. BerlAndaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply