hitcounter
Tuesday , June 18 2019
Home / Berita Lifestyle / Tingkatkan Minat Berteater, Titimangsa Persembahkan Sumur Tanpa Dasar

Tingkatkan Minat Berteater, Titimangsa Persembahkan Sumur Tanpa Dasar

Guna lebih mengapresiasi karya Arifin C Noer dan juga mengembangkan Seni Teater di Indonesia, Titimangsa Foundation mempersembahkan resital teater semi dramatic reading berjudul ‘Sumur Tanpa Dasar’.

Lakon ini berkisah tentang Jumena si tuan tanah pemilik pabrik. Di usia tuanya, ia memandang maut seakan sebagai tantangan permainan akhir. Ia berdebat, bertengkar, bahkan saling mengejek dengan sang malaikat maut.

Jumena juga dikisahkan memiliki istri bernama Euis. Perempuan muda yang penuh gairah. Bukannya bersyukur, Jumena malah menampik dan memojokkannya terus menerus. Di tengah situasi itu, Euis diam-diam bercumbu dengan selingkuhannya, Juki, adik dari Jumena.

Titimangsa Foundation memperlihatkan kontribusi nyata dalam merangkul minat masyarakat dalam berkesenian khususnya teater, dengan membuka kelas akting di Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki. Jakarta.

Teater ‘Sumur Tanpa Dasar’ yang digelar dalam dua kali pertunjukan yaitu pukul 16.30 WIB dan pukul 20.00 WIB karya Arifin C Noer ini menjadi wadah pembuktian kemampuan berakting dari peserta kelas yang telah berlatih serius sejak awal kelas dibuka, sekaligus mempersiapkan insan teater yang berkualitas.

Dibuka untuk umum, Kelas Akting Titimangsa dimulai sejak tanggal 7 Juli hingga 16 September 2018 yang diikuti oleh 17 peserta. “Para pemain berlatar belakang berbagai profesi, tetapi seluruh peserta terlihat sangat mencintai dunia teater dan ingin belajar dan terlibat pada seni teater,” kata Happy Salma, pendiri Titimangsa Foundation sekaligus produser di pementasan ini.

Photo 7 (2)

Lanjut Happy, titimangsa menggembleng peserta untuk berlatih secara serius setiap hari Sabtu dan Minggu selama 3 jam (pukul 14.30 WIB – 17.30 WIB) dengan menggunakan metode pengajaran Stanislavski yaitu teknik yang akan menjembatani antara emosi dan peran yang diinginkan dengan mengingat suatu kejadian dalam hidup. “Para peserta mendapatkan materi pembekalan berupa teknik akting, olah tubuh, seni mengekspresikan diri dan juga konsentrasi,” paparnya.

Menurut Happy, sangat antusias dan bersemangat dapat mempersembahkan satu lagi pentas teater dimana menariknya adalah bahwa pentas ini merupakan hasil dari kelas akting Titimangsa yang notabene pesertanya bukanlah pekerja teater sehingga menjadi tantangan tersendiri. Berlatar belakang berbagai profesi, tetapi seluruh peserta terlihat sangat mencintai dunia teater dan ingin belajar dan terlibat pada seni teater.

“Saya kagum dengan semangat seluruh peserta yang mau belajar secara total meskipun belajar teater itu tidak mudah, namun mereka terlihat enjoy sehingga setiap proses latihan tidak ada kendala sama sekali. Pentas ‘Sumur Tanpa Dasar’ ini tentunya menjadi ajang pembuktian kemampuan berteater dari seluruh peserta kelas teater Titimangsa yang harapannya dapat menelurkan insan teater yang berkualitas dan semakin menggerakkan seni teater di Indonesia,” ujarnya.

Pementasan teater ‘Sumur Tanpa Dasar’ ini sendiri bertujuan agar peserta dapat mengekspresikan emosi dan perasaannya melalui teknik Stanislavski yang memungkinkan para peserta untuk mengemarkan perasaannya yang paling dalam agar dapat memerankan suatu karakter. Metode ini dapat menjadi self healing dimana mereka bisa bebas mengeluarkan emosi dan perasaan. Meskipun mereka menjadi terhubung dengan emosi mereka sendiri, mereka pun tetap harus belajar mengontrol emosi agar hasil yang keluar menjadi pas. Dengan demonstrasi metode ini, diharapkan dalam akting tidak hanya untuk menjadi aktor professional tetapi lebih kepada mengolah emosi dan bersikap dalam kehidupan sehari-hari.

”Saya merasa tertantang ketika diminta Happy Salma untuk mengajar kelas akting Titimangsa dengan peserta yang bukan pekerja seni teater. Meskipun mengajar menjadi lebih ekstra namun saya puas karena seluruh peserta terlihat tidak main-main dan selalu serius menerima pengarahan teater. Tentunya suksesnya pementasan teater ’Sumur Tanpa Dasar’ ini menjadi pembuktian bahwa masyarakat awam pun dapat mempelajari seni teater meskipun tidak punya background pendidikan teater, asalkan mereka mau berlatih keras. Kelas teater ini pun dibuka tak semata-mata untuk mencari atau menelurkan insan teater saja, tetapi juga dapat menjadi alternatif solusi untuk belajar mengkontrol emosi dan perasaan, yang rasanya banyak diperlukan oleh masyarakat modern saat ini, sekaligus semakin mencintai seni teater Indonesia”, ujar Iswadi Pratama, Sutradara Pementasan ‘Sumur Tanpa Dasar’ dan Pengajar Kelas Akting Titimangsa.

About Pasha

Check Also

Ngartbuburit Lois Jeans di Rumah Harapan Indonesia

Tepat di akhir bulan Mei 2019, Lois Jeans mengadakan acara “LOIS ngARTbuburit”. Sedikit berbeda dari …

Leave a Reply