hitcounter
Thursday , August 5 2021

Tiga Strategi Literasi Dakwah di Era Digitalisasi

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 02 Juli 2021 di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema kali adalah “Khotbah yang Ramah di Internet”.

Program kali ini menghadirkan 1125 peserta dan empat narasumber yang terdiri dari Nuril Hidayah selaku Ketua Komite Litbang Mafindo, Nur Rezkowati selaku dosen dan pegiat literasi, Amanda Komaling selaku jurnalis MetroTV, dan Azka Rajo selaku Duta Bahasa Intelegensia. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Shinta Ardan. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Pemateri pertama adalah Nuril Hidayah dengan tema “Memanfaatkan Internet untuk Berdakwah Digital”. Pada sesinya, Nuril menjabarkan beberapa aspek penting yang harus ditekankan dalam melakukan dakwah digital yang positif, diantaranya yaitu aspek keilmuan, komunikasi, kecakapan digital, etika, budaya, dan keamanan.

Sesi dilanjutkan oleh Azka Rajo yang membawakan tema “Bijak di Kolom Komentar”. Azka mengingatkan masyarakat untuk menahan diri agar tidak menuliskan komentar negatif karena dapat berdampak hukum, khususnya UU ITE. “Mengutip data Divisi Humas Polri, terdapat peningkatan pengaduan terkait pelanggaran UU ITE sejak tahun 2018,” ungkapnya.

Pemateri ketiga, Nur Rezkowati, membawakan tema “Literasi dalam Berdakwah di Dunia Digital”. Nur menekankan tiga strategi literasi dakwah di era ini yaitu: membentuk kepribadian dan jiwa sopan santun yang kuat, memiliki keahlian dalam mengambil dan menggunakan informasi yang tersebar, serta memiliki keterampilan dakwah literasi yang terampil.

Adapun Amanda Komaling selaku pemateri terakhir membawakan tema “Tips dan Pentingnya Internet Sehat”. Pada sesinya, Amanda membagikan beberapa tips untuk membuat konten yang sehat di internet, beberapa di antaranya seperti mengisi tema khotbah/ceramah yang relevan dengan kondisi terkini, mengendalikan kolom komentar, serta menghadirkan orang yang kompeten di bidangnya.

Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu oleh moderator. Salah satu peserta, Danda Rahman, bertanya tentang khotbah seperti apa yang sebaiknya dihindari di media sosial. Menurut Nuril, khotbah yang sebaiknya dihindari adalah khotbah yang memicu kontroversi dan tidak mengindahkan etika. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Program Literasi Digital mendapat apresiasi dan dukungan dari banyak pihak karena menyajikan konten dan informasi yang baru, unik, dan mengedukasi para peserta. Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply