hitcounter
Sunday , November 28 2021

Tiga Peluang Positif Media Sosial

Indonesia tercatat dalam 10 besar negara yang kecanduan media sosial karena rata-rata masyarakatnya menghabiskan waktu tiga jam untuk berselancar di media sosial. Bagi sebagian orang, media sosial sudah menjadi bagian dari gaya hidup.

“Media sosial ini terkadang membuat kita terlena. Selain kecanduan, kita bisa menggunakan media sosial sebagai sebuah peluang,” ucap  Indra Brasco seorang Dadpreneur dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021).

Untuk menghindari kecanduan tersebut, kita bisa lebih fokus pada orang-orang disekeliling dibandingkan memainkan gadget, memperbanyak sosialisasi di kehidupan nyata, dan mematikan notifikasi handphone agar tidak mudah terdistraksi.

Apabila kita melihat media sosial sebagai peluang, tentu ini akan berdampak positif. Media sosial juga berdampak positif ketika kita sebagai pengguna memahami etika. Kita sebagai pengguna bebas memilih peluang yang pas, bisa untuk membangun personal branding, memulai usaha, atau menggunakan medsos sebagai media promosi.

Pertama, personal branding sebagai sebuah proses membentuk, menarik, dan memelihara persepsi masyarakat berkaitan dnegan aspek-aspek yang dimiliki oleh seseorang seperti keahlian, prestasi, kepribadian dengan tujuan menampilkan citra positif. Di personal branding ini kita bisa meningkatkan kredibilitas, membantu memperluas koneksi, menunjukkan keahlian, dan lebih fokus.

“Dengan personal branding, kita bisa melihat kelebihan dan kekurangan kita. Membangun personal branding itu kita harus jujur karena ini mempertaruhkan kredibilitas kita,” ungkap Indra.

Kedua, memulai usaha di media sosial. Menurut Indra, era digital ini merupakan momen pas untuk memulai bisnis.  Di media sosial, kita bisa mencari inspirasi memulai usaha, melihat peluang, membantu kita agar lebih kreatif, strategi promosi yang lebih variatif, dan mendapatkan penghasilan tambahan.

Ketiga, media sosial sebagai media promosi. Hal ini berlaku terutama bagi orang-orang yang telah memiliki bisnis karena melalui media sosial, jangkauan konsumen bisa lebih luas. Hal ini terbukti dari beberapa brand lokal yang akhirnya mendunia. Media sosial juga mampu membangun networking dan reputasi bisnis. Selain itu, platform ini dapat digunakan untuk riset pasar serta mengenal pelanggan secara lebih dekat.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Bogor, Jawa Barat, Selasa (2/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Intan Maharani (COO Positivibe), Sophie Beatrix (Psikolog), Rino (Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma), dan Nyimas Indriana (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply