hitcounter
Wednesday , May 18 2022

Terlambat Beradaptasi, Kalah Kompetensi di Era Digital

Transformasi digital yang mengalami percepatan selama pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus beradaptasi dengan menguasai kemampuan digital. Tidak hanya kemampuan dasar saja, tapi lebih dari itu, generasi Indonesia di masa mendatang membutuhkan talent yang fungsional dan strategist seperti digital marketing, artificial intelegence, machine learning, big data analytics, hingga cyber security.

Dalam beberapa tahun terakhir dan berlangsung hingga sepuluh tahun lagi, beberapa keterampilan digital menjadi sangat dibutuhkan. Antara lain content creator, influencer, digital marketer, social media handling, UX designer, digital storyteller. “Ternyata di masa pandemi ini kita bisa menjalankan remote working dan bisnis jarak jauh asal kita memiliki digital skills,” kata Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, pada Senin (25/10/2021).

Dia mengatakan, dengan kemampuan adaptasi yang sudah bisa dilakukan selama masa pandemi jangan sampai melihat segala peluang ekonomi digital lantas terlambat mengadaptasi digital skills. Sebab bila terlambat beradaptasi, maka akan kalah kompetisi. Padahal dengan adaptasi digital skills ada potensi peningkatan pendapatan, kemudian ada pilihan pekerjaan baru yang mungkin dilakukan. Dengan begitu setiap orang pun akhirnya bisa mengaktualisasi diri dari skills yang dimiliki.

“Ada riset McKensey bahwa manual job yang berulang diluar dari pekerjaan kreatif akan digantikan dengan robot. Makanya ketika ke restoran fastfood kita tidak lagi order makanan ke kasir tapi lewat mesin,” katanya lagi.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Andry Hamida, Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning, Aditya Nova, Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI, Dessy Natalia, Asst Lecturer & Industrial Placement Staff UBM, Ana Agustin, Managing Partner di Indonesia Global Lawfirm, dan Randy Rinaldi, seorang Enterpreneur.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Pembayaran contactless raih momentum di Indonesia

Visa, pemimpin dunia dalam pembayaran digital, hari ini mengungkapkan pembayaran contactless semakin populer di Indonesia, …

Leave a Reply