hitcounter
Friday , June 14 2024

Tantangan Pariwisata 2019 adalah Datang dari Negara Tetangga

Prospek pariwisata Indonesia 2019 sangat cerah karena travel propensity di negara-negara sumber wisman tumbuh positif sebagaimana pula angka proyeksi pertumbuhan wisatawan dunia menurut UNWTO tumbuh positif. Namun demikian, perilaku negara pesaing akan menciptakan persaingan yang semakin keras dalam merebut pasar pariwisata menjadi tantangan terbesar bagi Indonesia.

Hal itu diungkapkan Tenaga Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Kerjasama Pariwisata, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) Prof. I Gde Pitana, dalam seminar Road to ITO (Indonesia Tourism Outlook) 2019 mengangkat tema ’Diregulasi di Era Cyber Tourism’ yang berlangsung di Mandalawangi Hall, Sekolah Tinggi Pariwisata (STP) Bandung, Beberapa waktu lalu.

“Saya sangat yakin dengan angka proyeksi UNWTO yang memprediksikan pertumbuhan pariwisata dunia pada 2010-2030 berkisar 3,3% setiap tahun, namun, kenyataannya belakangan ini tumbuh di atas 6% atau double digit. Sementara untuk kawasan Asia Pasifik, termasuk Indonesia, mendapatkan sebagian besar kunjungan wisman dunia,” kata Pitana.

Pitana mengatakan, hal ini terlihat dengan travel propensity di masing-masing negara sumber pasar utama pariwisata Indonesia itu karena dipengaruhi oleh situasi makro dan mikro terkait dengan pertumbuhan ekonomi di masing-masing negara serta intermediary di antaranya terkait dengan harga.

Sebagai contoh pasar India dengan jumlah penduduk 1,3 miliar, memiliki outbound (orang yang berwisata ke luar negeri) sebanyak 13,2 juta, sedangkan China dengan total penduduk 1,5 miliar angka outbound-nya sebesar 117 juta.Kedua negara ini masing-masing mempunyai pertumbuhan ekonomi tahun lalu sebesar 6,8% dan 6,7%.

“Negara anggota ASEAN yang diapit oleh India dan China sebagai dua negara pasar pariwisata terbesar ini diperebutkan oleh negara-negara anggota ASEAN, termasuk Indonesia. Ini menjadi tantangan terbesar bagaimana memperebutkan pasar tersebut,” ungkap Pitana.

Lanjut Pitana, persaingan sangat ketat terutama dalam merebut wisatawan milinial dengan strategi promosi digital yang bergerak cepat.

Menurut Sekretaris Pemasaran I Kementerian Pariwisata Edy Wardoyo, arah pariwisata saat ini sangat berat. Tahun ini, kita harus capai target 17 juta kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) dan 20 juta wisman pada 2019.

“Ini tantangan yang berat dan harus diatasi bersama dan kita tidak bisa bergerak lambat untuk dapat bersaing dengan negara-negara lain yang menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan. Negara-negara di ASEAN rata-rata menjadikan pariwisata sebagai sektor unggulan,”ungkapnya.

About Pasha

Check Also

Menparekraf: Tambahan Pagu Anggaran 2025 Signifikan untuk Kemajuan Sektor Parekraf

Jakarta, Vakansi – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) …

Leave a Reply