hitcounter
Monday , October 18 2021
destinasi pariwisata prioritas
Pulau Kenawa di Kepulauan Komodo.

Sriwijaya dan Transnusa Terbang ke Destinasi Pariwisata Prioritas

Sriwijaya Air dan Transnusa berkolaborasi dalam membuka rute penerbangan di wilayah Nusa Tenggara Timur. Dibukanya penerbangan tersebut untuk menjawab tingginya permintaan pasar menuju Nusa Tenggara Timur. Selain itu, dibukanya rute Sriwijaya dan Transnusa secara tidak langsung akan mendukung program pengembangan 10 destinasi pariwisata prioritas yang dicanangkan oleh Kementerian Pariwisata.

“Ini bagian dari komitmen Sriwijaya Air Group dan Transnusa untuk membantu pengembangan destinasi pariwisata prioritas Indonesia. Konsep kerja sama pelayanan rute ini kami sebut aliansi dua maskapai dengan tidak meninggalkan bentuk pelayanan yang selama ini telah dilakukan oleh Transnusa,” kata Agus Soedjono, Senior Corporate Communication Manager PT Sriwijaya Air.

Aliansi ini terbilang sangat strategis. Rute penerbangan menuju ke Nusa Tenggara Timur ke depannya akan lebih terintegrasi dengan rute penerbangan lain di seluruh pelosok Indonesia, terutama yang dimiliki oleh Sriwijaya Air Group. Pelanggan pun akan dapat menikmati pelayanan terpadu dari mana saja menuju NTT dalam waktu satu hari.

“Yang ingin berwisata ke Danau Kelimutu, Taman Renungan, rumah pengasingan Bung Karno, Larantuka, Alor, dan obyek wisata lainnya jadi punya pilihan yang beragam. Aksesnya akan jauh lebih mudah dijangkau,” ujar Agus.

Rute-rute yang sudah dimatangkan oleh aliansi kedua maskapai tadi antara lain Kupang-Ende PP, Kupang-Ruteng, dan Kupang-Alor PP mulai dilayani pada 23 Mei 2016. Sementara itu, rute Kupang-Bajawa PP dan Kupang-Larantuka PP akan dilayani pada 25 Mei 2016. Frekuensi penerbangan ke rute-rute tersebut akan dilayani satu hari sekali dengan menggunakan pesawat Fokker 50 berkapasitas 52 kursi. Pesawat jenis itu adalah milik Transnusa yang dioperasikan NAM Air, yang merupakan sister company dari Sriwijaya Air.

Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI, mengatakan, dengan adanya kolaborasi oleh Sriwijaya Air dan Transnusa di destinasi pariwisata prioritas, jalur pariwisata itu tidak lama lagi akan berkembang pesat karena pasar domestik di Indonesia juga semakin bagus.

“Saat ini wisatawan nusantara sudah mencapai 255 juta pergerakan dalam setahun. Hampir 1:1 dengan jumlah penduduk kita. Cina lebih seru lagi, wisatawan domestiknya mencapai empat miliar pergerakan dari jumlah penduduk 1,3 miliar orang, berarti perbandingannya 1:3,” kata Arief Yahya yang menilai di seluruh dunia saat ini pariwisata sedang menjadi primadona.

Menu Makanan Sehat Tersaji di Singapore Airlines

About admin

Check Also

Sambut Semarak Ramadan, CKB Group Tingkatkan Layanan Kargo

Berbagai pembatasan yang diberlakukan selama masa pandemi turut memberikan pengaruh bagi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan. …