hitcounter
Monday , September 20 2021

Sopan Berekspresi di Dunia Digital

Berperilaku baik dan sopan tidak hanya dikehidupan nyata saja, di ruang digital seseorang juga harus memiliki kepribadian yang baik. Berperilaku baik di ruang digital membawa diri kita untuk bisa menjadi bagian masyarakat digital yang baik.

Tanpa disadari, kita lebih banyak menggunakan internet dalam berkomuniksi seperti halnya dalam media sosial Whatsapp, Facebook maupun Instagram serta surat elektronik atau email, dibandingkan bicara secara langsung.

“Penggunaan internet rata-rata orang Indonesia itu 8 jam lebih, lalu untuk nonton tv 2 jam, chatting-an 3 jam lebih. Dari sini kita harus memahami, walaupun kita di ruang digital tetap harus menghormati aturan yang berlaku,” kata Tuahta Hasiolan Instruktur Edukasi4ID saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, pada Jumat (27/8/2021).

Tata krama dalam menggunakan internet yang paling dasar harus disadari adalah setiap individu sedang berinteraksi dengan manusia nyata di jaringan yang lain, bukan sekadar dengan deretan karakter huruf di layar monitor. Terdapat dua jenis etika di internet saat individu berinteraksi dan berkomunikasi, pertama komunikasi yang personal antara individu dengan individu lainnya dan komunikasi antara individu dengan beberapa orang atau kelompok. Seperti saat di grup Whatsapp, media sosial, blog, maupun aplikasi Zoom saat webinar.

“Ingat bahwa semuanya terekam. Saat masuk ke dunia digital pengguna internet meninggalkan jejak digital berupa history saat browsings sesuatu dan unggahan hingga komentar,” katanya lagi.

Dia pun memberikan beberapa tips saat ingin berekspresi di ruang digital. Seperti menyeleksi dan menganalisis terelbih dahulu informasi sesuai etiket, mengingat bahwa ada keberadaan orang lain di dunia maya, berfikir dulu sebelum mengunggah sesuatu apakah akan merugikan diri sendiri atau pengguna lainnya. Biasakan untuk menuliskan saran dan komentar yang baik, membentuk citra diri yang positif serta menghormati privasi orang lain.

Oleh karena interaksi di ruang digital lebih banyak salam bentuk teks, maka perhatikan juga penggunaan huruf kapital yang tidak tepat sebab hurup kapital menunjukkan seseorang sedang marah. Jangan menggunakan kata-kata yang menyinggung SARA, jangan mengunggah ulang informasi yang belum tentu valid kebenarannya dan jangan memberi hal-hal pribadi yang hanya diri kita boleh tahu.

Webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Di webinar kali ini, hadir pula nara sumber seperti Hendri Ariyani, Staf Pengajar SMK Ganesa Satria 1 Kota Depok, Dee Rahma, seorang Digital Marketing Strategist, dan Cahyono Windoko, Wakabid Kurikulum SMK Ganesa Satria 2 Kota Depok.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply