hitcounter
Tuesday , April 16 2024
wisata bisnis
Singapura sangat menggantungkan pendapatan dari wisatawan bisnis Indonesia.

Singapura Sangat Ketergantungan Turis Indonesia

Penurunan wisata bisnis dan aktivitas MICE berdampak pada turunnya pendapatan Singapura dari industri pariwisata pada tahun lalu.

Berdasarkan data yang dirilis oleh Singapore Tourism Board (STB), pada tahun 2015 Singapura hanya menerima SG$22 miliar dari sektor pariwisata. Jumlah tersebut turun 6,8 persen dibanding tahun sebelumnya. Sebenarnya, jumlah kunjungan turis ke Singapura naik 0,9 persen menjadi 15,2 miliar turis. Namun, kedatangan jumlah turis high-spending, seperti wisata bisnis dan MICE, justru turun enam persen sehingga revenue yang didapat juga turun.

“Sejak Mei 2015, kami mendorong peningkatan kunjungan wisatawan asing, dan hasilnya pertumbuhan turis asing itu positif pada 2015. Yang menjadi catatan adalah pertumbuhan turis leisure sebesar dua persen pada 2015 sehingga membantu dari segi pendapatan akibat turunnya kedatangan wisata bisnis. Hal tersebut secara tidak langsung menunjukkan bahwa Singapura masih menjadi destinasi favorit untuk wisata leisure,” ujar Lionel Yeo, Chief Executive Singapore Tourism Board.

“Mengingat pengeluaran wisata bisnis dan MICE sekitar dua kali lipat dari wisatawan leisure, maka turunnya kedatangan wisatawan bisnis dan MICE ke Singapura berdampak sangat signifikan terhadap pendapatan Singapura,” ujar Yeo.

Dalam hal kedatangan wisatawan mancanegara, upaya Singapore Tourism Board dalam memikat lebih banyak turis Cina tampaknya berhasil. Hal tersebut terlihat dari meningkatnya kedatangan turis Cina sebesar 22 persen pada 2015. Kedatangan turis dari India (naik 7 persen), Korea Selatan (naik 7 persen), dan Taiwan (naik 12 persen) juga cukup tinggi. Namun, kunjungan dari negara tetangga seperti Indonesia dan Malaysia justru turun, yakni turun 10 persen dan 5 persen.

Dalam hal pengeluaran para turis, devisa dari turis Jepang meningkat 6 persen. Namun, lagi-lagi hal tersebut tidak cukup tinggi mengingat pengeluaran dari turis Indonesia turun 21 persen dan turis Malaysia turun 26 persen.

“Kedua pasar tersebut menghadapi kesulitan ekonomi, dan mata uang mereka mengalami depresiasi terhadap dollar Singapura. Dampaknya, turis yang datang ke Singapura menurun, begitu pula pengeluaran mereka,” kata Yeo.

Untuk tahun 2016, Singapore Tourism Board memprediksi pertumbuhannya sangat pelan, dengan kedatangan turis mancanegara hanya meningkat sekitar 0 hingga 3 persen atau sekitar 15,2 juta hingga 15,7 juta wisman. Selain itu, penerimaan devisa dari sektor pariwisata juga hanya naik 0-2 persen atau sekitar SG$22 miliar hingga SG$22,4 miliar.

TramOramic, Wisata Keliling Hong Kong Menggunakan Tram

About admin

Check Also

Perputaran Ekonomi Saat Momen Libur Lebaran 2024 Diproyeksikan Mencapai Rp276,11 Triliun

Jakarta, Vakansi – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) memproyeksikan perputaran …

Leave a Reply