hitcounter
Saturday , November 16 2019
Home / Cerita Wisata / Sembilan Destinasi untuk Menikmati Kopi Favorit

Sembilan Destinasi untuk Menikmati Kopi Favorit

Para pecinta long black, flat white, moka atau espresso dengan cita rasa yang kuat, menikmati minuman panas favorit Anda tidak pernah sepopuler ini sebelumnya.

Menyambut perayaan Hari Kopi Internasional pada 1 Oktober, Booking.com ungkapkan destinasi populer para wisatawan untuk memuaskan kesukaan pada kafein. Dengan lebih dari 21 juta rekomendasi dari pelanggan, Booking.com menyeleksi area-area terbaik bagi para pecinta kopi agar mereka bisa memulai hari mereka dengan baik.

Melbourne, Australia

Dianggap sebagai “Ibu Kota Kopi” Australia, Anda tidak akan mendapatkan pengalaman menyesap kopi yang buruk di sini. Di tengah lalan-jalan berbatu di CBD, menggiling biji kopi mewarnai aktivitas harian di sini dan suara mesin espresso yang menghanyutkan setiap pejalan kaki yang melewati area ini.

Menginap di jantung kota Melbourne di Abode 361 dan sempurnakan pagi Anda dengan sajian kopi dari Axil Coffee Roasters. Nikmati kopi panas Anda dengan kenyamanan menyesapnya di ruang tamu rumah Anda dan jalani hari Anda dengan penuh gaya.

Wina, Austria

Wina harus menjadi destinasi utama para pecinta kopi sejati. Wina memiliki budaya kopi yang terdaftar sebagai situs ‘Warisan Budaya Takbenda’ oleh UNESCO sehingga budaya ini sangat dilestarikan untuk melindungi area yang paling dicintai di ibukota Austria.

Wisata menjadi tidak lengkap tanpa berkunjung ke salah satu kafe yang edgy dan trendi yang dapat ditemukan di distrik Weiden. Distrik ini adalah surga bagi para hipster dan juga rumah bagi taman yang didedikasikan untuk pendiri kedai kopi pertama di Wina, Johannes Diodato. Menginaplah di Urbanauts untuk memastikan pengalaman Anda yang trendi dan Instagramable.

Roma, Italia

Espresso adalah sumber kehidupan bagi sebagian besar masyarakat Roma. Orang Italia menyukai kopi kuat mereka dan selalu menikmatinya dengan cepat. Dengan meminum lima atau lebih espresso dalam sehari, filosofi ‘minum dan pergi’ terlihat di jajaran bar kopi di sekitar kota.

Salah satu bar paling ikonik dan populer untuk dikunjungi adalah Sant’Eustachio Il Caffe. Menyajikan lebih dari 6.000 cangkir kopi sehari, mereka adalah pakarnya kopi. Menyesap espresso sore Anda di rooftop La Maison D’Art Luxury Suite dan nikmati pemandangan Pantheon yang menakjubkan di sekitarnya.

Lviv, Ukraina

Situs Warisan Dunia UNESCO yang kurang dikenal ini memiliki budaya kafe yang menyaingi areaarea lainnya di wilayah Eropa Barat. Koneksi Lviv dengan kopi dimulai pada akhir abad ke-18, ketika orang Austria datang dan membentuk budaya kopi yang dilestarikan hingga saat ini, bagian besar dari sejarah dan budaya setempat.

Jelajahilah masa lalu dengan menginap di sebuah bangunan abad ke-15 di Vintage Boutique Hotel yang berlokasi di pusat bersejarah Lviv. Anda hanya tinggal berjalan kaki ke kafe Virmenka yang legendaris, tempat di mana Anda bisa memesan kopi otentik yang diseduh hanya dengan resep Lviv.

Amsterdam, Belanda

Sebagai perusahaan Hindia Timur Belanda yang menjadi pedagang rempah-rempah dan kopi pertama di dunia, tidak mengherankan jika masyarakat Belanda menganggap serius ritual meminum kopi. Dengan kafe-kafe hipster dan alat pemanggang kopi yang tak terhitung jumlahnya didirikan di sekitar kota, Amsterdam ramai dengan suara penggilingan biji-biji kopi Arabika.

The Hoxton menyajikan espresso terbaik dari Lot Sixty One yang nikmat dipadukan dengan sarapan Anda. Terletak di kanal bersejarah Amsterdam, manjakan kecanduan kopi Anda dengan pemandangan Herengracht yang indah sambil menyaksikan pejalan kaki yang berlalu lalang dalam perjalanan mereka ke kantor.

Paris, Prancis

Seperti pada umumnya orang Paris, ritual menikmati kopi dilakukan dengan penuh gaya dan jauh dari kebiasaan turis. The 11th Arrondissement adalah tempat di mana beragam individu kreatif mencari kafe modern dan unik untuk memosting flat white favorit mereka di Instagram.

Café Oberkampf yang baru dengan cepat menjadi tempat populer bagi para blogger dan wisatawan yang penuh gaya hanya dengan sentuhan jari mereka. Menginaplah di bekas pabrik tekstil di Hôtel Fabric yang trendi.

Istanbul, Turki

Secangkir kopi Turki yang lezat memiliki sejarah panjang. Ratusan tahun yang lalu ditemukan oleh Ottoman dan tersedia di setiap sudut jalan-jalan Istanbul. Trik rasa sedang dipersiapkan, jadi bersiaplah untuk pengalaman menikmati kopi yang kaya.

Dari deretan Kafe yang trendi hingga ‘kafe abad pertengahan tanpa nama’ penuh nostalgia yang terletak di Corlulu Alipasa Medreses – Istanbul menyajikan kopi di berbagai wilayah untuk semua orang. Bagian dari bangunan bersejarah yang berusia 139 tahun, Hotel Miniature berjarak sangat dekat dari Hagia Sophia, Istana Topkapi dan Blue Mosque.

Seattle, Amerika Serikat

Merupakan rumah bagi rantai kopi terbesar di dunia, Starbucks, Seattle sangat layak untuk dikunjungi. Mampirlah ke Starbucks asli pertama di Pike Place Market dan dapatkan Frappuccino favorit Anda. Dengan budaya kopi yang kaya di seluruh kota, Anda mungkin akan menemukan bar di mana-mana. Nikmati secangkir kopi Anda di kedai kopi dan pemanggang kopi lokal di University District bernuansa jazzy dan Capitol Hill yang keren.

Watertown Hotel di University District menyediakan akses bagi Anda ke tempat-tempat kopi terbaik di Seattle. Hotel ini juga memiliki Pineapple Kafe di mana Anda bisa mendapatkan segelas kopi pertama Anda di pagi hari sebelum pergi berpetualang.

Wellington, Selandia Baru

Warga Wellington menyukai kopi mereka dan dengan lebih dari puluhan pemanggang di pusat kota, Anda akan merasakan aroma biji panggang dari angin yang berhembus sejuk. Tampilan kafe Wellington sangat beragam mulai dari penghuninya, tempat berkumpul para hipster, hingga tempat brunch di tepi pantai, Anda tidak akan pernah kecewa.

Institusi Fidel yang ikonik tidak boleh dilewatkan saat berkunjung ke Wellington. Menyajikan kopi Kuba yang secara langsung dari roastery di sekitarnya, kafe yang meriah ini akan menghadirkan kopi penuh cita rasa Havana. Jarak tempuh dekat, hanya dengan berjalan kaki ke Cuba Street yang semarak di Grand Mercure Wellington.

About Pasha

Check Also

Kultur Bali dalam Bingkai Museum Kehidupan Samsara di Kaki Gunung Agung

“Om Swastiastu” itulah sapaan yang dilontarkan penerima tamu saat melintasi gapura Museum Kehidupan Samsara atau …

Leave a Reply