hitcounter
Friday , September 17 2021

Sekolah Sebagai Penggerak Literasi Digital

Ki Hajar Dewantoro yang dikenal sebagai Bapak Pendidikan mengajarkan mengenai tri pusat pendidikan yang menerangkan bahwa pendidikan itu terjadi di tiga lingkungan. Yakni sekolah, dalam hal ini guru, kepala sekolah, dan siswa, kemudian orang tua, komite sekolah dan wali murid, semuanya saling mengisi dan memiliki peran penting untuk penguatan karakter.

“Dalam penguatan pendidikan karakter, bukan hanya guru yang menjadi tombak utama untuk mewujudkannya. Jadi kita samakan dulu persepsi bahwa keberhasilan seorang siswa, juga karena keterlibatan keluarga dan masyarakat,” Kata Dian R. Sihontang, Guru SMAN Tambun Selatan, saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I,  pada Senin (23/8/2021).

Adapun fakta bahwa kini sudah memasuki era digital sudah tidak bisa dihindari. Sekolah memiliki peran untuk mendidik siswa untuk menjadi warga negara yang baik, termasuk di era digital sekarang. Agar siswa mempunyai pengalaman positif dalam berinternet maka perlu adanya pemahaman literasi digital. Yaitu kecakapan yang tidak hanya melibatkan kemampuan menggunakan teknologi, informasi dan komunikasi namun juga kemampuan untuk memiliki sikap berpikir kritis, dan inspiratif sebagai kompetensi digital.

Siswa perlu diajarkan untuk mengetahui tentang keamanan dan privacy di internet, agar aman, tanpa khawatir. Ajarkan siswa agar membuat pipihan yang baik dengan menanamkan etika berinteraksi sosial di ruang digital, sebab bisa berdampak pada diri mereka maupun orang terdekatnya. Selain itu mengajarkan siswa untuk tetap pintar dan aman dengan mengetahui seputar hoaks dan jenis penipuan online. Mempelajari tentang keamanan digital dengan menjaga identitas pribadi di internet, serta bertanggung jawab saat online dengan tidak melakukan cyberbullying dan menyebarkan berita hoaks.

Webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, kali ini merupakan bagian dari Gerakan Nasional Literasi Digital. Kegiatan kali ini menghadirkan pula nara sumber lainnya seperti Daniel Hermansyah, CEO of Kopi Chuseyo, Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character dan Asep H Nugroho.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply