hitcounter
Monday , October 18 2021
destinasi prioritas pariwisata

Sekolah Pariwisata Membina SDM di 10 Destinasi Prioritas Pariwisata

Guna mempercepat pengembangan 10 destinasi prioritas pariwisata, Kementerian Pariwisata mengerahkan seluruh potensi, termasuk empat perguruan tinggi milik Kementerian Pariwisata, yakni STP Bandung, STP Nusa Dua Bali, Akpar Medan, dan Politeknik Pariwisata Makassar, untuk berpartisipasi mempersiapkan SDM di industri pariwisata untuk ke-10 destinasi prioritas pariwisata tersebut.

“Paling tidak, para mahasiswa bisa mendampingi dan menularkan ilmu di kampus ke masyarakat yang sangat membutuhkan sentuhan hospitality,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Semua sumber daya memang dikerahkan dengan semangat WIN-Way (Wonderful Indonesia Way). Ini merupakan sebuah strategi yang menjadi corporate culture dengan mengusung 3S (Solid, Speed, dan Smart). “Semua potensi dan sumber daya manusia Kementerian Pariwisata harus melangkah dengan semangat 3S itu,” kata Arief Yahya.

Ahman Sya, Deputi Kelembagaan dan SDM Kementerian Pariwisata, mengatakan, pihaknya sudah mengeluarkan SK yang menugaskan kepada empat perguruan tinggi itu untuk membantu mempersiapkan SDM pariwisata di 10 destinasi prioritas pariwisata. Mereka dibagi dalam empat wilayah, sesuai dengan 10 destinasi prioritas pariwisata, yakni Barat, Timur, Tengah, dan Utara.

“Akpar Medan membangun Toba, STP Bandung menangani Kep. Seribu, Kota Lama, Tanjung Lesung, Tanjung Kelayang, dan Borobudur, STP Bali menangani Bromo-Tengger-Semeru, Mandalika, dan Labuan Bajo, Poltekpar Makassar menangani Wakatobi dan Morotai,” kata Ahman.

STP Nusa Dua Bali sudah bergerak melakukan monitoring pelatihan pelayanan prima bagi para pedagang cenderamata dan warung-warung di sekitar kawasan Mandalika, Lombok Tengah. “Kami bekerja sama dengan ITDC (Indonesian Tourism Development Corporation), manajemennya KEK Mandalika. Kegiatan ini berlangsung pada 30 Mei sampai 1 Juni 2016,” kata Byomantara, Kepala STP Nusa Dua Bali.

Sementara itu, Akpar Medan sudah melakukan penandatanganan MOU guest lecture dan live demo memasak makanan tradisional Danau Toba oleh Chef Juna di Akpar Medan dalam rangka pengembangan SDM di bidang kuliner.

“Kami sedang lakukan penelitian terapan dosen Akpar Medan, sebanyak 33 dosen fokus pada destinasi prioritas Danau Toba. Kami juga  terus lakukan penelitian aplikasi mahasiswa sebanyak 10 kelompok pada destinasi prioritas di Toba,” kata Faisal S., Kepala Akpar Medan.

Faisal menjelaskan, saat ini ada program pengabdian masyarakat sebanyak 15 kelompok, fokus pada destinasi prioritas Danau Toba, seperti memasak, waiters, higienis, sanitasi, pemandu lokal, bahasa Inggris, kamar dekorasi, pelayanan prima, pembuatan paket wisata, dan lainnya. Para dosen Akpar Medan juga menjadi narasumber pelatihan dasar SDM kepariwisataan dan sertifikasi kompetensi.

Anang Sutono, Kepala STP Bandung, juga melaporkan pihaknya berencana berpartisipasi pada FPS (Field Project Study) mahasiswa dan dosen untuk Tanjung Lesung, Banten, bekerja sama dengan JABABEKA. “Kami juga sedang finalisasi untuk kajian integrated research oleh mahasiswa dan dosen tentang competitive advantage untuk Great Jakarta,” kata Anang.

Pihaknya juga tengah melakukan peningkatan kapasitas SDM Wakatobi, Bangka Belitung, Mentawai, Toraja, dan Pangkeb melalui pemberian beasiswa bekerja sama dengan Swiss Contact. “Juli-Agustus nanti ada rencana pemberdayaan masyarakat Kepulauan Seribu melalui pemanfaatan bahan-bahan lokal untuk UMKM kerja sama dengan Bank Indonesia,” kata Anang.

Pusat kajian seni kuliner Indo STP Bandung, lanjut Anang, juga sedang membantu menyiapkan database kuliner di Wakatobi, Labuan Bajo, Tanjung Keyang, dan Lombok. Kegiatan ini juga bekerja sama dengan Swiss Contact. “Pada Bulan Juni baru masuk fase focus group discussion,” ujar Anang.

Poltekpar Makassar juga tak mau ketinggalan berpartisipasi. Mereka melakukan penyuluhan pariwisata bagi masyarakat di sekitar Wakatobi. Targetnya adalah 100 masyarakat di sekitar destinasi pariwisata yang mengandalkan wisata bawah laut itu. “Kami juga berencana melakukan penelitian terapan tentang pengembangan SDM profesional pariwisata di Wakatobi. Targetnya, hasil penelitian ini dapat dimanfaatkan pemerintah dan pemangku kepentingan untuk pengembangan SDM di sana,” ujar Komang Obama, Direktur Poltekpar Makasar.

Sektor Pariwisata, Masa Depan Provinsi Riau

About admin

Check Also

Agoda Meluncurkan Kampanye “Vaxxed To Go” Sebagai Dukungan Terhadap Pemulihan Industri Pariwisata Indonesia

Agoda meluncurkan kampanye terbarunya “Vaxxed to Go” yang menawarkan paket spesial bagi para wisatawan yang …

Leave a Reply