hitcounter
Thursday , October 21 2021

SDM Harus Cakap Beradaptasi dengan Perkembangan Teknologi

Transformasi digital, sebagai era perubahan kehidupan tanpa teknologi menjadi menggunakan teknologi. Transformasi digital ini umumnya mempengaruhi manusia, bisnis, dan teknologi. Namun, transformasi digital yang tidak merata di kehidupan masyarakat menimbulkan kesenjangan sosial.

Menurut Destia Widyarani, Dosen Prodi Keperawatan Universitas Bondowoso, pengaruh transformasi digital terhadap manusia meliputi keterampilan, organisasi, dan budaya. Pada bisnis meliputi pengalaman pelanggan, model bisnis, dan proses internal. Sedangkan, pada teknologi meliputi penyimpanan online, kecerdasan buatan, internet, analitik data, manajemen data, dan sebagainya.

“Bentuk transformasi digital dapat dibuktikan dengan saat ini kita berada di fase Society Information 4.0. Di fase ini terciptanya media sosial untuk berkomunikasi dengan orang lain yang berada di luar negeri,” ujar Destia dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 di wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur, Selasa (29/6/2021).

Di era transformasi digital ini, Internet of Things di mana setiap orang dapat mengakses internet dan mencari informasi yang diinginkan. Sebaliknya, tidak semua orang memiliki akses terhadap internet dan perangkat digital itu sendiri.

Destia mengatakan, kesenjangan sosial dalam transformasi digital itu dipengaruhi oleh banyak hal. Tingkatan pendapatan menjadi faktor yang mempengaruhi kesenjangan sosial di era digital. Pasalnya, orang yang memiliki pendapatan tinggi dapat dipastikan mampu untuk membeli atau membayar internet. Lanjutnya, terdapat pendidikan dan lokasi sebagai faktor kesenjangan transformasi digital.

“Pendidikan berpengaruh dalam kesenjangan transformasi digital, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka keinginan mengakses internetnya juga akan semakin tinggi. Kemudian, semakin jauh lokasi dengan perkotaan, seperti pesisir dan pedesaan. Maka, jauh lebih sulit dalam menemukan akses internet,” jelasnya.

Menghadapi kesenjangan tersebut, beberapa tantangan harus dilewati. Apabila manusia ingin mengikuti transformasi digital, maka manusia juga harus ikut beradaptasi dalam menggunakan perangkat digital. Selain itu, sumber daya manusianya harus selalu berkembang agar bisa memanfaatkan transformasi digital yang ada.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bondowoso, Jawa Barat, Selasa (29/6/2021) ini juga menghadirkan pembicara Firman Aditya Rakasiwi (Trainer IT dan Penulis Buku Informatika IGTIK PGRI), Destia Widyarani (Dosen Prodi Keprerawatan Universitas Bondowoso), Miftahul Huda (Komisaris PT. CIA Property Indonesia), Muchamad Taufiq (Dosen & PLT Ketua PMI Bondowoso), dan Fita Oktafiana.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

 

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

 

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply