hitcounter
Thursday , December 3 2020

Sambut Wisatawan di Libur Natal dan Tahun Baru 2021, Belitung Terapkan Protokol Kesehatan Ketat

Meyambut momen libur natal dan tahun baru 2021 Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung akan menerapkan protokol kesehatan yang bagi para wisatawan yang akan berlibur di Bangka Belitung.

Hal itu diungkapkan Abdul Fattah, Wakil Gubernur Bangka Belitung, disela sela  press tour Forum  Wartawan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif ( Forwafarekraf)  di  Belitung, 15-17 November 2020.

“Kami optimis, karena Babel dinilai berhasil menurunkan angka Covid-19 hingga 50 persen. Sehingga kami siap sambut kedatangan wisatawan,” kata Abdul.

Bupati Belitung H. Sahani Saleh, menambahkan, pemerintah daerah bersama para pelaku usaha wisata di Belitung sudah siap menyambut kedatangan wisatawan menyambut libur akhir tahun. Pemda dan seluruh pelaku usaha wisata di Belitung sudah menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat diseluruh sektor pariwisata mulai hotel, rumah makan, kedai kopi, destinasi wisata hingga pemandu wisata hingga driver.

“Kami optimis Belitung layak dikunjungi wisatawan dan kami pastikan seluruh destinasi wisata aman dan nyaman bagi pengunjung,” kata Sahani.

Sahani menegaskan optimisme dalam menerima kunjungan wisatawan ke Belitung tersebut cukup beralasan karena pemerintah sudah melakukan sosialisasi dengan mengundang seluruh pelaku wisata di Kabupaten Belitung saat diberlakukan adaptasi kebiasaan baru pada Juli 2020.

“Seluruh pemangku kepentingan yang terlibat kami panggil untuk bahu membahu dan bersinergi serta melakukan langkah strategis dalam mennagani pandemi covid19 terlebih di sektor pariwista,” tegas Sahani.

Sementara itu Sekretaris Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenperaf), Edy Wardoyo mendorong pelaku industri wisata hotel untuk melakukan sertifikasi protokol kesehatan berbasis CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability).

Menurut Edy, saat ini sertifikasi CHSE merupakan hal yang sangat penting untuk industri pariwisata khususnya bagi pelaku usaha wisata untuk memulihkan kepercayaan wisatawan.

“Langkah ini dilakukan agar wisatawan mendapatkan jaminan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan saat berkunjung ke destinasi wisata yang sudah melakukan sertifikasi protokol kesehatan,” kata Edy.

Edy menambahkan, semua tahapan proses sertifikasi CHSE tersebut dibiayai oleh Kemenparekraf, tidak dibebankan biaya kepada pengelola destinasi dan usaha pariwisata.

Artinya program sertifikasi ini gratis, namun Kemenparekraft secara berkala akan memantau dan melakukan audit terhadap pelaksanaan CHSE bagi pelaku industri wisata.

About Pasha

Check Also

Monica Khonado Raih Gelar Miss Earth Indonesia 2020

EL JOHN Pageants sukses menyelenggarakan malam Grand Final Pemilihan Miss Earth Indonesia 2020 secara virtual, …

Leave a Reply