hitcounter
Monday , September 23 2019
Home / Event Wisata / Sabang International Freediving Competition 2019 Promosikan Daya Tarik Wisata Bawah Laut Aceh

Sabang International Freediving Competition 2019 Promosikan Daya Tarik Wisata Bawah Laut Aceh

Penyelenggaraan Sabang International Freediving Competition 2019 yang akan digelar pada November 2019 di Pulau Weh, Sabang, Provinsi Aceh, menjadi salah satu upaya untuk mempromosikan daya tarik wisata bawah laut Aceh

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Kadisbudpar) Aceh, Jamaluddin, mengatakan Sabang International Freediving Competition 2019 merupakan event ketiga yang telah diselenggarakan selama tiga tahun berturut-turut sejak 2017 bersamaan dengan Sail Sabang.

“Pada penyelenggaraan event ini, kedalaman laut di pantai yang nyaris tidak berarus dan bergelombang menjadi daya tarik yang ideal bagi para pelaku wisata minat khusus yakni free diving,” katanya.

Lanjuta Jamaluddin, Sabang memiliki lokasi yang ideal untuk freediving. Lokasi penyelaman tersebut berada di Pantai Teluk Balohan, berjarak sekitar 100 meter dari bibir pantai dengan kedalaman mencapai sekitar 120 meter.

“Sangat jarang ditemui lokasi penyelaman khusus freediving yang potensial seperti ini, maka ini merupakan salah satu kekayaan yang dimiliki oleh Sabang dan layak kita manfaatkan untuk kemudian kita promosikan. Kegiatan freediving ini merupakan sebuah kejuaraan kelas dunia,” lanjutnya.

Jamaluddin mengungkapkan, Sabang dengan lokasi penyelaman di Teluk Balohan tersebut sudah dikenal para penyelam karena bisa diselami tanpa tabung oksigen.

Selain itu juga sudah menjadi lokasi rutin yang mereka kunjungi untuk sekadar menjajal atau berlatih freediving sebelum pelaksanaan kejuaraan tersebut.

Lama tinggal wisatawan freediving yang utamanya dari Malaysia, Singapura, beberapa dari Eropa, dapat mencapai sekitar 20 hari atau lebih.

“Waktu tinggal para wisman yang lama ini sudah menggerakkan perekonomian daerah, karena selama di Sabang mereka mengeluarkan biaya-biaya akomodasi, makan dan minum, sewa alat transportasi termasuk motor, dan lain sebagainya,” lanjutnya lagi.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kementerian Pariwisata, Indroyono Soesilo, mengatakan pihaknya mendukung penyelenggaraan Sabang International Freediving Competition 2019 yang merupakan kejuaraan kelas dunia.

“Sabang punya potensi bahari yang indah dan sudah dikenal bukan hanya oleh penyelam freediving. Para penyelam rekreasi yang menggunakan tabung oksigen sudah jauh lebih dulu mengetahui keindahan bawah air Sabang,” kata Indroyono Soesilo.

Indroyono mengatakan bahwa sejak diadakan kejuaraan freediving pada 2017, saat ini di Sabang sudah ada 2 dive center yang membuka fasilitas pelatihan freediving bersertifikat.

Untuk itu Kemenpar akan terus mendorong kepada pihak-pihak terkait agar dapat mempersiapkan pelatihan tersebut sehingga makin banyak SDM yang punya keahlian freediving di Sabang.

“Dan tentunya yang lebih diutamakan adalah putra-putri Sabang, masyarakat asli Aceh yang nanti tentunya juga akan menyejahterakan. Saya yakin, yang alamiah akan segera tumbuh di Sabang dengan cepat. Terutama divers yang kuat menyelam lama, anak-anak muda Sabang akan lahir dengan sendirinya,” ujarnya.

 

About Pasha

Check Also

IDEC 2019, Wujudkan Indonesia Menjadi Pemain Utama Produsen industri Kedokteran Gigi Dunia

Pameran dagang dan konferensi internasional kedokteran gigi terbesar di Indonesia, Indonesia Dental Exhibition Exhibition & …

Leave a Reply