hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Ruang Digital Praktik Nyata Budaya Digital

Pancasila di Indonesia sudah berakar pada kehidupan masyarakat sudah jadi budaya. Butir-butir Pancasila harusnya sudah dapat dipahami tapi dilakukan dalam kehidupan kita sehari-hari. Jadi sudah membudaya, budaya merupakan gagasan dan rasa tindakan dalam karya yang dihasilkan oleh manusia dalam kehidupan masyarakat.

Budaya ialah sebuah cipta karya dan karsa manusia dalam bentuk praktik, produk dan perspektif dan budaya. Budaya selalu ada karena manusia adalah akar budaya itu sendiri.

Leviane Jackelin Hera Lotulung, Dosen yang juga Anggota Jaringan Penggiat Literasi Digital (Japelidi) mengatakan, sekarang bagaimana di dunia digital menjadi wujud dari praktek produk dan perspektif budaya kita sendiri. Apa yang kita lakukan dalam kehidupan nyata sebenarnya berbanding lurus dengan apa yang kita lakukan di media digital jika seseorang memang sopan tentu seharusnya di dunia maya pun demikian.

“Tidak ada maki-maki orang, tidak ada kata-kata kebun binatang masuk di status kita, tidak ada marah-marah, menipu orang, mencuri dan menyebarkan data orang lain. Karena hal itu tidak sesuai dengan falsafah hidup kita ya dan tidak sesuai juga dengan norma agama,” ungkapnya di Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 untuk wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (1/6/2021).

Hal ini yang harusnya terwujud dalam kehidupan kita di media digital sebagaimana yang sudah dilakukan masyarakat Indonesia di kehidupan sehari-hari mereka.

Mewujudkan ruang digital sebagai praktik berbudaya ialah dengan membuat dan menyebarkan konten positif. Leviane menyayangkan, kini lebih banyak orang yang senang dengan konten negatif karena cepat viral dan akan membuat terkenal.

“Tapi ya ini digital berawal dari diri sendiri, yuk dari diri sendiri lah kita terus sebarkan konten positif bermanfaat wujudkan cinta Tanah Air melalui hal itu,” sambungnya.

Masyarakat yang berbudaya tentu akan menghargai sesamanya, santun dan bermartabat. Sangat sedih ketika riset dari Microsoft yang menyatakan bahwa netizen Indonesia itu paling tidak sopan. Riset itu kemudian langsung terbukti karena wargarnet Indonesia pun menyerang akun media sosial Microsoft hingga mereka menutup kolom komentar.

Terus sebarkan konten positif untuk mewujudkan suatu yang baik dalam sebuah kebersamaan. Selanjutnya ciptakan ruang diskusi yang sehat. Walaupun ada perbedaan pendapat harus melakukan diskusi sehat untuk mencari solusi bukan untuk menjelek-jelekkan yang lain. Itu sebuah perilaku yang juga tidak baik ya di dalam kacamata agama apalagi dalam pergaulannya.

“Konten positif yang baik berguna untuk orang lain seperti video tutorial yang sangat membantu saya. Saya kalau butuh apa-apa cari di YouTube dan melihat cara membuatnya. Konten seperti itu sangat berguna tentu sangat positif.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Kamis (1/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Ismail Tahiti (Ketua RTIK Kab Sukabumi), Asep Kambali (Founder Historia Indonesia), I Gusti Ngurah Wikranta Arsa (TIK Bali) dan Yohana Djong (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply