hitcounter
Saturday , January 23 2021

Revitalisasi Destinasi Wisata untuk Tingkatkan Kualitas Pariwisata di Bali

Guna meningkatkan kualitas sektor pariwisata dan menyempurnakan fasilitas destinasi wisata di Bali, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menghadirkan program Revitalisasi Destinasi Wisata.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf, Hari Sungkari, mengatakan masih terdapat beberapa lokasi destinasi wisata di Bali yang amenitasnya belum memadai. Maka dari itu, fokus utama dari kegiatan revitalisasi ialah pada perbaikan amenitas di sejumlah daya tarik wisata di Bali, berupa perbaikan toilet dan penambahan fasilitas lain untuk menunjang kebersihan, kesehatan, keamanan, serta kenyamanan wisatawan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Karena salah satu ukuran suatu destinasi wisata itu bersih, indah, dan nyaman bisa dilihat dari toilet yang menunjang. Penting sekali bagi destinasi wisata untuk memelihara dan menjaga kebersihan toilet sesuai dengan standar internasional,” ujar Hari, dalam sambutannya saat kegiatan Rapat Koordinasi Revitalisasi Destinasi Wisata Bali, di The Anvaya Beach Resort, beberapa waktu lalu.

Oleh karena itu, Kemenparekraf menginisiasi kegiatan revitalisasi di destinasi wisata di Bali untuk meningkatkan kembali kualitas pariwisata di Bali yang sempat menurun akibat pandemi COVID-19, terutama dalam hal amenitasnya.

Lanjut Hari, melalui kegiatan revitalisasi ini dapat meningkatkan kualitas pelayanan serta daya saing destinasi pariwisata di Indonesia. Sehingga wisatawan yang akan datang kembali ke destinasi pariwisata dapat merasa lebih aman dan nyaman.

Sementara itu, Direktur Pengembangan Destinasi Regional II Kemenparekraf/Baparekraf, Wawan Gunawan, menjelaskan program Revitalisasi Destinasi Wisata Bali akan dilakukan pada awal November 2020, di 1 kota dan 8 kabupaten yang ada di Bali yaitu Kota Denpasar, Kabupaten Badung, Kabupaten Tabanan, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Klungkung, Kabupaten Karangasem, Kabupaten Buleleng, Kabupaten Bangli, dan Kabupaten Jembrana.

“Dukungan revitalisasi destinasi wisata Bali akan disesuaikan dengan prioritas dan kebutuhan di masing-masing destinasi wisata yang memang sudah menjadi tujuan wisata dan banyak pengunjungnya. Karena, saat ini kebersihan dan kesehatan merupakan hal yang sangat penting bagi wisatawan,” kata Wawan.

Menurut Wawan, terkait dengan kegiatan lanjutan reaktivasi akomodasi tenaga kesehatan di destinasi wisata Bali. “Kemenparekraf telah menyiapkan sebanyak 500 kamar di 4 hotel yang ada di Bali, yaitu Hotel Mercure, Hotel Ibis Kuta, Hotel Ibis Denpasar, dan Paragon Resort Hotel. Ini dilakukan sebagai bentuk upaya pemulihan ekonomi nasional untuk membantu industri perhotelan di masa pandemi COVID-19,” kata Wawan.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Ir. I Putu Astawa, mengatakan tren wisatawan ke depan akan berubah. Wisatawan akan mencari destinasi wisata yang dapat memberikan rasa aman dan nyaman, serta destinasi wisata yang menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungannya.

“Program revitalisasi ini sangat sesuai dengan tren wisatawan saat ini. Karena, faktor kebersihan dan kesehatan merupakan hal yang penting dalam meningkatkan kepercayaan wisatawan,” kata Putu Astawa.

Untuk itu, Putu Astawa sangat mendukung program revitalisasi destinasi wisata ini, agar pariwisata di Bali dapat pulih kembali.

Sementara itu, Ketua Bidang Water and Sanitation Asosiasi Toilet Indonesia, Nani Sumaryati Firmansyah mengatakan program revitalisasi ini sangat baik untuk dilakukan. Mengingat toilet merupakan fasilitas umum yang sangat diperlukan wisatawan. Oleh karena itu, penting bagi destinasi wisata untuk dapat menyediakan toilet yang bersih, aman, dan nyaman.

“Tidak harus mewah, tapi saranan dan perlengkapan toilet harus lengkap serta berfungsi dengan baik,” kata Nani Sumaryati.

Nani Sumaryati juga menuturkan ketika sudah dilakukan perbaikkan dan penyempurnaan toilet, baik pihak destinasi wisata maupun wisatawan harus sama-sama menjaga kebersihan dan keindahan toilet.

“Setiap orang harus jadi intelegence of health. Kalau first impression wisatawan pada toilet suatu destinasi itu kotor, maka mereka langsung menilai bahwa managemennya buruk. Untuk itu, pihak destinasi wisata harus memiliki pengetahuan yang baik mengenai higienitas dan sanitasi toilet. Sedangkan, wisatawan juga harus bisa menjaga kebersihan ketika sedang menggunakan toilet dan juga tidak meninggalkan jejak, karena setelah kita akan ada lagi yang menggunakan toilet tersebut,” ujar Nani Sumaryani.

Untuk itu, Nani Sumaryani mengimbau kepada seluruh stakeholder yang terkait untuk selalu memelihara kebersihan toilet. “Karena toilet merupakan cerminan bangsa yang harus kita jaga kebersihannya,” kata Nani Sumaryani.

About Pasha

Check Also

Menparekraf Pastikan Mandalika Layak Jadi Venue Gelaran Wisata Olahraga

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Salahuddin Uno, memastikan Kawasan …

Leave a Reply