hitcounter
Thursday , October 21 2021
Social media connection concept with mobile, notebook and server technology illustration.EPS10 vector file organized in layers for easy editing.

Rawan Dicuri, Pentingnya Menjaga Keamanan Data Pribadi di Internet

Kemajuan teknologi dan internet memberi setiap orang kemudahan dalam mengakses informasi dan bertransaksi. Namun ada satu isu yang perlu dicermati setiap individu yakni kejahatan di dunia cyber yang memanfaatkan data pribadi.Hal ihwal mengenai data pribadi saat ini sudah tertera di UU ITE Pasal 1 angka 29 PPSTE (Penyelenggara Sistem Transaksi Elektronik).

Data pribadi sendiri merupakan setiap data tentang seseorang baik yang teridentifikasi dan/atau dapat diidentifikasi secara tersendiri maupun dikombinasi dengan informasi lainnya baik secara langsung maupun tidak langsung melalui sistem elektronik dan/atau maupun nonelektronik.

Aribowo Sasmito, dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, Selasa (29/6/2021) mengungkapkan, saat ini sudah dibuat Rancangan Undang-Undang Data Pribadi karena semakin banyak kejadian penyalahgunaan dan korbannya.

Sebagian besar masyarakat belum memahami pentingnya menjaga kerahasiaan data pribadi. Bahkan tak jarang yang membeberkannya secara tidak sengaja di sosial media. Sebenarnya apa saja yang termasuk data pribadi? Data pribadi ini termasuk nama lengkap, jenis kelamin, kewarganegaraan, termasuk agama seseorang, yang data-data tersebut jika dikombinasikan dapat mengidentifikasi seseorang.

Selain jenis data pribadi untuk identifikasi, terdapat pula yang bersifat spesifik misalnya data dan informasi kesehatan, data biometrik, fingerprint, data genetik, orientasi seksual, pandangan politik, catatan kejahatan, data anak, hingga data keuangan pribadi yang sesuai peraturan perundang-undangan.

Lalu mengapa data pribadi perlu dilindungi? Sebab bila dilihat dari statistik jumlah korban pencurian data pribadi semakin meningkat.

Kini data pribadi dicari dan bisa disalahgunakan bahkan diperjualbelikan. Data pribadi berupa KTP dan nomor rekening bank, atau nomor kartu kredit bisa digunakan untuk penipuan. Sementara ancaman yang paling serius adalah ransomeware di mana data seseorang disandra dengan tebusan uang.

Pentingnya menjaga data pribadi, setiap orang harus tahu cara melindunginya. Yakni dengan cara pahami dan lindungi perangkat yang Anda pakai sehari-hari.

Seperti tidak menyimpan foto KTP atau NPWP dalam bentuk foto. Termasuk dengan pesan teks di notes, histori saat membuka internet, hingga lokasi sebelum dan sebab saat ini semuanya terekam di ponsel pribadi.Webinar Literasi Digital di Jawa Barat I, Kabupaten Bogor merupakan bagian dari sosialisasi

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Bogor, Jawa Barat yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika ini juga menghadirkan nara sumber seperti Henry V Herlambang, CMO Kadobox, Aprida M. Sihombing dari Masyarakat Anti Fitnah Indonesia, dan Faqih Ibrahim Ketua Koordinator Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Universitas Siliwangi.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya digital skills, digital ethics, digital safety dan digital culture untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply