hitcounter
Thursday , October 21 2021

Ragam Manfaat Transaksi Nontunai di Tengah Pandemi Covid-19

Kecakapan berliterasi di media digital sangat penting dilakukan utamanya di bidang keuangan dan perlindungan data pribadi.

AVP, Ecosystem & Business Development DBS Bank Indonesia, Silvia Kartika mengatakan, era digital seperti saat ini membuat banyak jenis transaksi keuangan berubah dari tunai ke nontunai. Berbicara dalam acara webinar literasi digital wilayah Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, Senin (28/6/2021), Silvia mengatakan beberapa aspek manfaat melakukan transaksi nontunai terutama di era pandemi Covid-19 seperti saat ini.

Pertama adalah aspek keamanan di mana risiko menggunakan uang palsu berkurang dan lebih terhindar dari risiko pencurian.

Kedua aspek kenyamanan. Dengan transaksi nontunai, akan lebih cepat karena tak perlu menyiapkan uang kembalian. Sehingga hidup lebih mudah dan dapat meminimalisir kesalahan.

Ketiga adalah aspek promosi. Silvia mengatakan perubahan kebiasaan transaksi nontunai adalah sesuatu yang baru. Sehingga banyak jasa sistem pembayaran yang memberikan promosi seperti diskon dan cashback kepada pelanggan.

Aspek keempat adalah aspek higienitas di mana uang tunai dapat menjadi medium transmisi virus penyebab sakit Covid-19. “Non tunai akan menajdi penting saat seperti sekarang,” kata Silvia.

Meski demikian, ia juga menyampaikan beberapa kendala atau kerugian dalam transaksi nontunai.

Kerugian tersebut adalah; mulai dari kurangnya privadi data, dapat menjadi masalah untuk yang tidak memiliki bank, ada risiko hacker, beberapa orang sulit mengatur keuangan, dan literasi keuangan yang belum merata.

Di sisi lain, Senior Associate Partner PT Maxplus – Robby Wahyu Utomo menjabarkan terkait pengingnya privasi dan perlindungan data pribadi di era digital seperti saat ini. “Banyak kejadian di bidang keamanan siber yang menimbulkan dampak kebocoran data pribadi atau data pengguna,” kata Robby.

Untuk itu ia sangat mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan mengunggah data pribadi diri sendiri atau orang lain di media sosial, menggunakan kata sandi yang kuat dan berbeda di setiap akun media sosial, melakukan pengaturan privasi di media sosial, perhatikan semua akses yang diminta oleh aplikasi yang dipasang di ponsel kita.

Selain Silvia dan Robby, pembicara lain dalam acara Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Flores Timur, Senin (28/6/2021) adalah Direktur Simpasio Institut Magdalena Oa Eda Tukan yang melakukan edukasi terkait Covid-19 kepada anak-anak di Flores Timur; Theodorus M Wungubelen dan Iksan Colly.

About Pasha

Check Also

Media Pembelajaran Moodle, Alternatif Pembelajaran Jarak Jauh

Saat pembelajaran jarak jauh dilakukan harus ada inovasi bagaimana cara para pendidik dapat memberikan materi …

Leave a Reply