hitcounter
Monday , October 26 2020

Pulihkan Sektor Pariwisata Lombok, Kemenparekraf Gulirkan Gerakan BISA

Pada masa pandemi Covid-19 dan masa new normal, kebersihan, kesehatan, keindahan, dan keamanan menjadi hal yang sangat utama dibutuhkan oleh wisatawan. Empat hal ini menjadi isu referensi bagi wisatawan.

Hal itu diungkapkan Guntur Sakti, Perwakilan Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kementerian Pariwisata dan Ekonomo Kreatif (Kemenparekraf), saat meresmikan Gerakan Bersih,Indah, Sehat dan Aman (BISA) di Desa Wisata Tete Batu, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Tomur, Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat, (24/7/2020).

“Wisatawan tidak mau datang kesebuah destinasi kalau tidak bersih aman indah mereka pasti lari. Sehingga dibutuhkan kesiapan destinasi dan juga pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Guntur.

Lanjut Guntur, guna mengatasi hal itu dan meningkatkan partisiapasi masyarakat dan juga para pelaku pariwisata. Kemenparekraf menggulirkan gerakan BISA. Gerakan padat karya yang bertujuan meningkatkan peran pelaku usaha pariwisata dan ekonomi kreatif dalam meningkatkan dan menangani kebersihan, keindahan, kesehatan, dan keamanan sebuah destinasi disaat new normal.

“Selain itu gerakan BISA ini juga merupakan respon presiden melalui kemenrapekraf dengan recofusing anggaran dan juga perlindungan social untuk pekerja disektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” terangnya.

Ia mengatakan, gerakan BISA ini melibatkan para pekerja disektor pariwisata dan ekonomi kreatif di destinasi wisata seperti pemilik home stay, warung, restoran untuk bergotong royong menciptakan destinasi yang bersih, indah, sehat dan aman untuk wisatawan. “Partisipasi peran masyarakat dan para pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif yang ikut serta gerakan ini akan memperoleh stimulus atau upah dari kerja keras mereka,”ujarnya.

H Lalu Moh Faozal, Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat (NTB), menambahkan, melalui gerakan BISA yang di inisiasi Kemenparekraf ini dapat membantu para pelaku pariwisata di NTB. Hal itu dikarenakan sejak Covid-19 sektor pariwisata NTB sangat terdampak.

“Gerakan BISA sekarang ini dilakukan di desa wisata. Karena setelah dianalisis selama masa pandemic ini yang bisa bertahan itu desa wisata. sehingga desa wisata itu cepat pulih dan juga sebagai mesin pemanasan kita di masa pandemic ini,” ungkapnya.

Gerakan BISA ini dilaksanakan di tiga desa wisata. seperti Desa Wisata Tete batu, Lombok Timur, Desa Wisata Bonjeruk di Kabupaten Lombok Tengah dan Kota Tua Ampenan di  Kota Mataram.

About Pasha

Check Also

Saat Liburan dan Cuti Bersama, Masyarakat Wajid Disiplin Protokol Kesehatan

Masyarakat yang hendak berlibur saat libur nasional dan cuti bersama Maulid Nabi Muhammad pada 28-30 …

Leave a Reply