hitcounter
Monday , October 18 2021

Pulau Mengkudu, Hidden Gems Terdekat dari Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan

Kalianda. Semenjak pandemi Covid-19, wisatawan banyak memilih liburan di alam terbuka seperti gunung dan pantai. Tak jauh dari Jakarta, terdapat pulau mungil nan indah. Dan hanya berjarak setengah jam dari pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Penduduk dan nelayan setempat menamakan pulau tersebut sebagai Pulau Mengkudu. Pulau mungil ini berlokasi di Desa. Totoharjo, Kec. Bakauheni, Kab. Lampung Selatan. Dengan aplikasi Google Maps, cukup ketik Pulau Mengkudu, wisatawan langsung dipandu sampai tujuan.

Rahmat Hidayat, Ketua Kelompok Sadar WIsata (Pokdarwis) Ragom Helau mengatakan, selain memiliki daya tarik lautnya yang bening dan jernih pun ada pasir timbul yang menjadi spot foto favorit para wisatawa.

“Saat air laut surut, maka hamparan pasir akan timbul. Membentuk garis pantai dan dapat wisatawan dapat menyeberang ke Pulau Mengkudu dengan jalan kaki. Kondisi air laut surut terjadi menjelang tengah hari,” kata Rahmat.

Bagi yang pernah menyambangi Morotai, Maluku Utara, Pulau Mengkudu ini sama dengan Pulau Dodola. Dua Pulau dapat menyatu ketika air laut surut.  Cuma yang membedakan diantara Pulau Mengkudu dan Dodola ini pasir timbulnya. Jika di Pulau Mengkudu pasir timbulnya di dominasi oleh serpihan karang, sementara Pulau Dodola pasirnya sangat lembut dan putih.

“Untuk berjalan kaki ke Pulau Mengkudu disarankan menggunakan alas kaki seperti sandal. Sebab serpihan karangnya lumayan tajam,” ujar Erpan wisatawan asal Palembang.

Cara Mencapai ke Pulau Mengkudu

Jika kalian dari Jakarta, Pelabuhan Bakauheni dapat menjadi meeting poin dengan tour operator atau agen open trip yang telah dipercaya. Dari pelabuhan Bakauheni, Pulau mengkudu dapat ditempuh kurang lebih setengah jam menggunakan mobil.

Sebelum menyeberang ke kawasan Pulau Mengkudu, oleh Google Maps kalian akan diarahkan ke pantai Belebuk, atau pantai Minatara atau pantai Kunjir terlebih dahulu, baru setelah itu diantar oleh perahu mesin nelayan yang telah bekerja sama dengan Pokdarwis Ragom Helau.

Sangat disarankan kalian masuk melalui pantai Minatara selain aksesnya lebih dekat, biaya penyebrangannya pun lebih murah dibandingkan pantai Belebuk dan pantai Kunjir yang hanya Rp25 ribu Pergi – Pulang (PP).

Dari pantai Minatara, hanya membutuhkan waktu 15 menit menggunakan perahu nelayan yang menggunakan mesin 25 PK yang telah dilengkapi dengan jaket pelampung atau jaket keselamatan.

“Saya berangkat dari Palembang melalui jalur tol, kemudian ngambil keluar tol Kalianda. Dari exit tol tersebut hanya berjarak setengah jam untuk sampai ke sini (pantai Minatara),” terang Erpan dari Kota Palembang.

Atraksi di Pulau Mengkudu

Rahmat Hidayat kembali menjelaskan, setelah sampai di kawasan Pulau Mengkudu, wisatawan dikenakan biaya masuk sebesar Rp10 ribu per orang.  Selama di pulau Mengkudu dapat melakukan aktivitas seperti snorkeling, bermain kano, banana boat, memancing dan melihat penyu hijau.

Pulau Mengkudu yang kembali terlihat jernih setelah terjangan Tsunami yang menghempaskan kawasan Selat Sunda, Ujung Kulon dan pesisir pantai Lampung Selatan pada bulan Desember tahun 2018 ini menjadi arena berenang paling menyenangkan.

Lautnya bening dan jernih. Selain itu, pantainya tidak terlalu dalam sehingga banyak wisatawan memanfaatkannya untuk berenang bersama keluarga.

“Kami pun menyewakan beberapa permainan seperti kano, alat snorkeling dengan harga mulai Rp25 – 50 ribu untuk sekali sewa, sementara untuk banana boat harganya Rp150 ribu untuk 1 grup maksimal 6 orang per trip,” terang Rahmat.

Fasilitas

Agar wisatawan lebih jenak menikmati panorama pulau Mengkudu yang mungil ini, pokdarwis pun Gazebo dengan beragam ukuran S,M.L dan XL mulai dari harga Rp25 – 100 ribu sekali sewa.

Jika kalian ingin santai menikmati teduhnya pulau mengkudu, hembusan angin sepoi-sepoi dan suara deburan ombak laut selatan dapat menggunakan hamok. Biaya sewa pun murah hamok untuk anak-anak dibanderol Rp5 ribu, kemudian untuk orang dewasa Rp10 ribu sekali sewa.

Pulau Mengkudu pun mengundang wisatawan untuk bermalam disana. “Bagi wisatawan yang ingin bermalam di sini dapat menggunakan dome atau tenda. Kami menyewakan tenda untuk kapasitas 2,4 dan 6 orang dengan harga mulai dari Rp100-150 ribu,” tambah Rahmat.

Dengan harga masuk cuma Rp10 ribu tanpa bermalam dan Rp20 ribu untuk yang bermalam per orang, wisatawan pun dapat menikmati fasilitas MCK dan tempat ibadah (Sholat) yang bersih dan rapih.

Dalm kondisi pandemi seperti saat ini, pihak pengelola pun telah menyiapkan standard protokol kesehatan seperti tempat cuci tangan dan tanda jaga jarak. “Kami pun menyiapkan penjaga pantai untuk kenyamanan para wisatawan saat berkunjung kemari,” pungkas Rahmat menutup perbincangan.

About Pasha

Check Also

Bandung Siap Menyambut Kebangkitan Pariwisata Dan Ekonomi Kreatif

Keindahan alam khas Lembang, Bandung serta udaranya yang sejuk menjadi daya tarik tersendiri bagi  (SESKO …

Leave a Reply