hitcounter
Tuesday , August 3 2021

Promosikan Kuliner Indonesia Melalui Budaya Digital

Banyak hal yang bisa dieksplorasi dari dunia digital. Dari sisi budaya pun banyak hal yang bisa dibicarakan dan diangkat. Salah satunya adalah tentang kuliner Indonesia yang sangat unik dan beragam.

“Kenapa saya mengangkat isu kuliner karena makanan tradisional adalah bagian dari budaya. Antropolog juga menganggap makanan adalah budaya yang lazim,” ujar Astini Kumalasari,M.I.Kom (Dosen Universitas Dian Nuswantoro) dalam webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, Rabu (9/6/2021).

Astini menjelaskan makanan tradisional ada budaya yang terus berkembang di daerah. Makanan tersebut diolah dengan bahan yang tersedia di sekitar daerah tersebut, diperoleh dari pasar tradisional. Jika makanan tradisional berkembang artinya kita ikut mendukung kehidupan sosial, budaya dan ekonomi deerah sekitar.

“Kita jadi ikut membantu perputaran perekonomian masyarakat menengah pelaku usaha kecil. Karena kadang orang-orang daerah dengan kekayaan kuliner seperti itu belum tersentuh budaya digital,” jelasnya.

Data ICA-Indonesian Chef Association menyebutkan 85% generasi milenial tidak mengenal menu makanan tradisional. Sementara Indonesia adalah pengimpor gandum tertinggi di dunia. Paling banyak gandum digunakan sebagai bahan pembuat bakmi, pizza, burger, pastry. Di perkotaan, makanan non-tradisional lebih populer dibandingkan makanan tradisional seperti misalnya waffles, pancakes, muffins, cookies, dan sebagainya.

“Gampangnya kita ngiler banget dan pengen coba makanan Korea karena sama mereka terus disuguhkan dalam serial, film dan lainnya. Mereka cinta budayanya dan diperkenalkan pada dunia. Kita pun bisa mengikuti jejak itu,” jelasnya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 ini diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerjasama dengan Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat ini juga mengundang narasumber Al Akbar Rahmadillah (Founder Sobat Cyber Indonesia), Vhie Saliendra (Podcaster), Dicky Renaldi (Kreator Nongkrong by Siberkreasi) dan Key Opinion Leader (KOL) Btari Sekar Ayu (Public Relation & Content Creator).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia Kegiatan ini diprakarsai Kementerian Komunikasi dan Informatika RI (Kemkominfo RI) bersama Sinerkreasi. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply