hitcounter
Sunday , November 28 2021

Promosi Kebudayaan Indonesia Melalui Media Digital Harus Diperbanyak

Indonesia begitu kaya akan warisan kebudayaan, seni, adat istiadat, dan kearifan lokal. Terkenal akan keramahtamahannya, asas gotong royongnya, yang merupakan etika kebudayaan semua budaya tersebut harus dilestarikan.

“Namun di satu sisi ada fenomena digital dari survei Digital Civility Index (DCI) 2020 oleh Microsoft, Indonesia berada di urutan terakhir di kawasan Asia Tenggara mengenai Kesopanan di dunia digital,” kata Aditya Nova Putra Ketua Jurusan Hotel & Pariwisata IULI saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, pada Senin (8/11/2021).

Dia mengatakan adanya transformasi digital yang sangat cepat ini jangan membuat karakter kebudayaan yang sudah diwariskan dan jalankan dalam kehidupan sehari-hari menjadi berubah. Kondisi digital Indonesia saat ini diketahuo mengalami kemajuan dan disebut sebagai ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara.

Dengan 202,6 juta pengguna internet aktif dan pengguna smartphone sebanyak 195,2 juta, transaksi ekonomi digital Indonesia mencapai Rp266,3 trilyun. Perubahan budaya akibat transformasi digital telah dialami masyarakat dengan kemudahan dari segi kesehatan, infrastruktur, ekonomi, mobilitas, dan pendidikan.

Akan tetapi, transformasi digital membuka jalan perubahan di masyarakat yang berdampak pada kebiasaan yang dapat mengikis identitas bangsa. Dengan adanya fenomena globalisasi, faktor kebudayaan dari luar yang masuk dengan cepat serta diadopsi. Terbukti dari riset yang dilakukan Twitter, di tahun 2020-2021 yang mencari tentang K-pop ternyata paling banyak orang Indonesia.

Dia pun mengingatkan pelestarian dan keberlangsungan budaya di Indonesia seperti toleransi, menghormati keragaman, merupakan tanggung jawab bersama. Apalagi keragaman budaya yang dimiliki Indonesia tidak dimiliki oleh bangsa lain. Penanaman nilai akan indahnya suatu keberagaman tetap harus ditanamkan. Di samping itu penyebaran wawasan kebudayaan Indonesia melalui media digital harus terus diperbanyak.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir pula nara sumber lainnya yaitu Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia, Syarief Hidayatulloh, Digital Strategist Hello Monday Morning, Taufik Hidayat, Kepala UPT IT dan Dosen di Universitas Syekh Yusuf, dan Amanda Gratiana, Creative Director Ghea Resort.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply