hitcounter
Wednesday , October 20 2021

Potensi Menjadi Content Creator, Membuat Konten Positif dan Bisa Menghasilkan

Digitalisasi membawa perubahan besar, terutama di masa pandemi telah terjadi peningkatan jumlah pengguna internet karena kini segala aktivitas memerlukan bantuan teknologi. Dengan perubahan ke arah digital, akhirnya setiap orang lebih banyak beraktivitas di ruang digital dan memanfaatkan internet untuk berinteraksi dengan manusia lain.

“Sadar tidak sadar, saat kita memakai sosial media sebenarnya kita sudah menjadi content creator. Karena kita selalu mengupdate informasi, mengupdate aktivitas di sosial media yang kita punya, dengan aset manusia di dalamnya,” kata Dino Hamid, Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Jum’at (8/10/2021).

Sebagai orang yang terjun ke bidang event creator, Dino pun berbagi mengenai bagaimana membuat content yang baik, antara lain:

1.Buatlah konten berdasarkan interest atau hobi yang disukai.

2.Kemudian lakukan riset kecil, dapat menggunakan Google Tren, Sportify, agar bisa mengetahui perkembangan tren saat ini berdasarkan riset yang Anda punya.

3.Lalu buatlah identitas dan segmen yang kuat sehingga audiensnya pun akan spesifik.

4.Pastikan faktor Why, dan berikan nilai tambah dengan konsep dan sisi unik konten.

“Kalau ingin membuat konten yang serius, ajaklah sektor-sektor pendukung untuk bekerja sama dalam tim, untuk video dan foto melakukan shooting. Ada editor yang melakukan proses editing dan desain grafis agar desain visualnya keren,” kata Dino.

Menjadi tambahan, Dino mengungkapkan mengenai audience buatlah konten yang menarik dan atraktif sebab konten uang dibuat bersaing bagus dengan jutaan konten lainnya. Selanjutnya buatlah komunikasi yang menciptakan rasa penasaran. Relevan serta mengikuti tren masa kini. Terakhir buatlah promosi, saat ini membuat iklan pun semakin mudah sebab telah sangatlah tersegmentasi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber seperti Vivi Andriyani, Marketing Communication & Manager Bumbubumbuku, Reza Hidayat, CEO Oreima Films, dan Rino, Kaprodi Teknik Informatika Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Melihat Peluang Berjualan di Marketplace

Geliat UMKM di Indonesia dengan datangnya pandemi Covid-19 untuk masuk ke marketplace meningkat. Sebanyak 15,3juta …

Leave a Reply