hitcounter
Sunday , April 11 2021

Popok Baby Happy Edukasi Masyarakat untuk Bangkit Menjawab Beragam Tantangan Keluarga di Era Normal Baru

Baby Happy, menggelar webinar “Bangkit & Menghebat di Era New Normal (Kesehatan, Parenting dan Pendidikan) sebagai bagian dari rangkaian program CSR “Baby Happy, Keluarga Happy”. Hal merupakan bentuk kepedulian Baby Happy terhadap situasi masyarakat di Indonesia yang tengah beradaptasi dengan kebijakan pola hidup normal baru dimana masyarakat dapat melakukan aktivitas normal, namun dengan menerapkan protokol kesehatan guna mencegah terjadinya penularan Covid-19.

Situasi tersebut memberikan beragam dampak, baik pada pemulihan ekonomi dan kualitas hidup masyarakat, terutama bagi keluarga Indonesia yang memiliki anak-anak. Oleh karena itu penting bagi masyarakat untuk memiliki strategi dalam menghadapi tantangan yang ada khususnya dalam lingkup keluarga.

Julie Widyawati Marketing Manager Baby Happy (Wings Group Indonesia) mengatakan, popok Baby Happy memahami kebutuhan keluarga Indonesia khususnya anak batita yang harus tetap terpenuhi meskipun masih di masa sulit seperti saat ini. Melalui program webinar seriesdalam kampanye Baby Happy, Keluarga Happy, pihaknya berharap orang tua khususnya para Ibu dapat lebih mengetahui peran dirinya demi menjaga ketahanan keluarga serta pentingnya memperhatikan kesehatan anak dan imunisasi di masa pandemi. Selain itu,

“Kami mengharapkan materi yang disampaikan oleh para narasumber dapat menginspirasi keluarga Indonesia untuk menerapkan pola asuh yang lebih baik demi tumbuh kembang anak yang optimal di tengah keterbatasan masa pandemi,” harap Julie, saat prescon secara virtual Selasa, (16/02/2021).

Julie menambahkan, dalam pendampingan ini popok Baby Happy turut menggandeng beberapa partner termasuk Ketua PKK dan kepala pemerintahan setempat sebagai narasumber. Seperti halnya Atalia Praratya Kamil selaku Ketua Penggerak PKK Jawa Barat yang dalam kesempatan ini membawakan edukasi berupa tips untuk menjadi wanita tangguh dalam menjalani hari-hari masa pandemi Covid-19 dan Airin Rachmi Diany selaku Walikota Tangerang Selatan yang membagikan program pemerintah yang tengah dijalankan demi menguatkan peran wanita dalam keluarga di tengah pandemi Covid-19 ini, terlebih dalam hal pengasuhan dan pendampingan balita.

Menjadi Guru Bagi Anak di Rumah

Prof. Dr. Ir. Netti Herawati, M.Si selaku Guru Besar Bidang Gizi dan Pangan & Pakar PAUD dari Himpaudi menyebutkan, setiap manusia lahir ke dunia dengan seluruh sel otak yang jumlahnya bisa mencapai lebih dari 100 triliun sel tergantung dari kualitas kehamilan, namun hal ini baru dapat berfungsi hanya dengan stimulasi.

“Para orang tua khususnya Ibu harus memahami bahwa usia 0-2 tahun merupakan masa krusial pada anak karena apabila sel otaknya tidak tersambung atau terstimulasi dengan baik maka terjadilah fase penghapusan sel otak atau yang lebih dikenal dengan istilah use it or loose it. Hal ini ditentukan oleh kualitas dan kuantitas stimulasi karena setiap detik terjadi 1,684 juta sambungan sel otak. Sedangkan, untuk kualitas stimulasi terkait pada aspek perkembangan atas apa saja yang distimulasikan pada anak dengan cara yang tepat atau tidak,” tambah Prof. Netti.

Lanjut Prof. Netti membagikan tentang beberapa hal yang harus diperhatikan orang tua demi keberhasilan keberlangsungan pendidikan anak usia dini. Seperti anak sedari dini harus dilatih berpikir kritis atau “critical thinking”,ini disebabkan karena terlalu banyaknya informasi yang masuk di era digital seperti sekarang, sehingga anak terlatih untuk memilah informasi mana yang berguna, mana yang tidak.

“Selain itu anak juga harus dilatih untuk berpikir kreatif dan mengembangkan kemampuan kognitif agar memiliki daya juang lebih, terlebih di era pandemi seperti ini,” paparnya.

Selain nutrisi gizi, orang tua dihimbau untuk tidak lupa memberikan nutrisi hati kepada anak agar anak tidak memiliki trauma atau luka masa kecil yang bisa dibawa hingga dewasa nanti. Para orang tua terutama Ibu pun harus paham pola komunikasi yang baik dan benar dengan anak karena itu juga merupakan aspek stimulasi yang penting pada anak usia dini.

“Jangan takut untuk mulai mendaftarkan anak pada fasilitas pendidikan sejak usia 2 tahun, sedini mungkin agar dapat mengembangkan karakter dan life skill. Guru dapat membuat rencana kegiatan pembelajaran, orang tua dapat mengimplementasikan rencana kegiatan dari rumah,” jelas Prof. Netti.

Anak Sehat, Keluarga Bahagia

Baru-baru ini dalam jurnal JAMA Pediatrics disebutkan bahwa anak-anak di bawah 5 tahun atau balita dapat membawa materi genetik Covid-19 10 hingga 100 kali lebih tinggi dalam nasofaring mereka dibandingkan anak yang lebih tua dan orang dewasa. Selain itu, anak-anak juga ternyata memiliki resiko komplikasi yang lebih besar bila terpapar Covid-19, terutama bagi mereka yang memiliki kondisi kronis bawaan, seperti penyakit imun atau obesitas.

Dr. Kanya Ayu Paramastri, Sp.A yang merupakan Dokter Spesialis Anak RS Hermina Jatinegara pada kesempatan ini menyampaikan menjaga kesehatan anak terbaik adalah dengan memberikan nutrisi adekuat agar mencapai status gizi yang baik sehingga daya tahan tubuh dapat terpacu secara optimal.

“Pandemi Covid-19 membuat masyarakat harus lebih aware dengan urusan kesehatan jiwa raga seluruh anggota keluarga, khususnya anak-anak yang daya tahan tubuhnya belum sekuat orang dewasa. Untuk itu diperlukan nutrisi adekuat yang mencukupi kebutuhan zat gizi yang diperlukan anak sehari-hari. Satu lagi yang penting yaitu imunisasi. Jangan sampai karena anak tidak divaksin, begitu pandemi selesai, maka muncul wabah infeksi lain yang seharusnya bisa dicegah oleh imunisasi. Jangan lupa untuk cek rekomendasi vaksinasi anak usia 0-18 tahun yang telah diperbaharui tahun 2020 lalu oleh IDAI,” jelas Dr. Kanya.

Dr. Kanya menjelaskan, pada masa awal pandemi ketika kita harus beraktivitas di rumah saja termasuk bersekolah dan bekerja, jumlah pasien dan kunjungan ke poli anak sangat jauh berkurang. Di sisi lain, jumlah pasien sehat yang datang untuk diimunisasi jauh meningkat. Orang tua tidak perlu khawatir pergi ke fasilitas kesehatan untuk mengimunisasi anaknya, karena faskes pada umumnya telah membedakan lokasi dan waktu untuk pasien sehat dan pasien sakit, dan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

“Bagi orang tua yang masih harus keluar rumah untuk bekerja, jangan lupa untuk terus menerapkan protokol kesehatan yang ketat seperti melepas sepatu di luar rumah, meletakkan barang bawaan di wadah terbuka, masuk kamar mandi, lepas pakaian dan masker kain lalu segera rendam dengan sabun cuci. Setelah itu, segera bersihkan diri dengan mandi, keramas, sikat gigi, berkumur, dan cuci hidung,” ujarnya.

Dude Harlino, Brand Ambassador Baby Happy juga membagikan pengalaman tentang pentingnya kekompakan orang tua dalam menghadapi semua tantangan yang ada di masa pandemi ini, termasuk tantangan dalam menjaga dan mendidik anak.

“Bagi saya, urusan rumah tangga dan mengurus anak tidak hanya menjadi urusan Ibu. Para Ayah di rumah pun harus turut andil mendukung pekerjaan rumah tangga bersama Ibu, termasuk bila harus perlu mengganti popok si bayi. Dengan lebih banyak menghabiskan waktu di rumah saja, kita jadi lebih memanfaatkan waktu lowong untuk quality time bersama keluarga. Saya sangat salut dan mengapresiasi Baby Happy yang tidak berhenti untuk mengingatkan peran ayah dalam parenting, sejak beberapa tahun lalu. Itu selalu saya terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Saya juga terus memperhatikan jadwal imunisasi anak agar tidak menciptakan wabah penyakit baru. Jangan takut untuk pergi ke rumah sakit atau fasilitas kesehatan, yang penting lakukan protokol kesehatan yang ketat,” jelas Dude.

Setelah webinar pertama ini, Baby Happy akan melanjutkan rangkaian programnya ke Tangerang Selatan, Bogor dan berakhir di Jakarta pada April mendatang. Tidak hanya memberikan pendampingan melalui program edukasi ini, Baby Happy juga menyalurkan bantuan secara langsung berupa popok bayi kepada pemerintahan dan partnersetempat.

About Pasha

Check Also

Tingkatkan Pendidikan Komunikasi dan Profesi Humas, LSPR Bali Selenggarakan Media Gathering dengan PWI

Ilmu komunikasi sebagai galian akademis yang melandasi kegiatan praktis di berbagai industri dan profesi, merupakan …

Leave a Reply