hitcounter
Friday , September 17 2021

Perubahan Pola Pikir, Kesiapan Masyarakat dalam Menghadapi Transformasi Digital 

Transformasi digital adalah bagian dari proses teknologi yang lebih besar. Transformasi digital juga merupakan perubahan yang berhubungan dengan penerapan teknologi digital dalam semua aspek kehidupan dalam masyarakat.

“Mindset kita untuk sebuah perubahan harus kita terus latih. Karena polanya kini semua menuju ke arah digitalisasi,” kata Golda Siregar, Senior Consultant at Power Character saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I,  pada Sabtu, (11/9/2021).

Transformasi digital telah memberi dampak pada interaksi sosial, apalagi semenjak pandemi segala sesuatunya dikerjakan dari rumah. Namun di satu sisi setiap individu tetap harus memiliki hubungan karena manusia merupakan makhluk sosial. Sehingga meski di rumah, tetap ada interaksi tapi polanya memang berbeda. Dari sikap yang ditunjukkan saat berinteraksi tatap muka pun sebanyak 5% menunjukan personaliti seseorang, sisahnya 95% yaitu karakter dan tempramen tidak begitu ditunjukan.

Nah, terkait dengan transformasi digital hal ini berkaitan saat individu berinteraksi sosial melalui media sosial. Setiap orang pun akhirnya harus menyadari di balik media sosial sebenarnya yang dihadapi tetaplah manusia. “Yang bisa terluka kalau kita hina di media sosial, yang kita dicuekin kalau di ghosting, atau nggak saat baca hoaks bisa kepikiran ini juga yang perlu diketahui bahwa interaksi sosial juga mengalami transformasi,” kata Golda.

Transformasi digital lainnya yang dihadapi masyarakat saat ini yaitu terkait proses dalam bekerja dan usaha. Para pekerja yang bekerja kini harus memakai masker saat aktifitas di kantor dan menjaga jarak. Selain itu untuk pekerja yang WFH harus menyesuaikan keadaan dengan kondisi rumah. Sementara para pemilik bisnis yang tadinya membuka toko kini beralih ke sistem online.

“Penting banget harus kreatif, bukan hanya kreatif saja namun juga inovatif melakukan lagi perkembangan berkesinambungan. Sangat diperlukan mindset harus berubah, bukan hanya semuanya harus digitalisasi tapi juga secara personal budaya yang harus dibangun,” tutur Golda.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama dengan Siberkreasi. Di webinar kali ini hadir juga nara sumber lainnya seperti Sandy Natalia, Co-Founder of Beauty Cabin, Fibra Trias, Editor in Chief Mommies Daily, dan Mardiana R.L, Vice Principal in Kinderhouse Pre-School.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 provinsi dan 514 kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Bersatu Menjaga Dunia Digital Tetap Aman

Ruang digital sebagai tempat tinggal baru masyarakat zaman sekarang. Dunia yang tanpa batas sekalipun teritori …

Leave a Reply