hitcounter
Thursday , August 5 2021

Pertumbuhan Teknologi yang Pesat diikuti Meningkatnya Kejahatan Siber

Kejahatan siber sudah memenuhi ruang digital, sebagai warga digital yang mengharapkan kenyamanan dan kemanan kita tidak perlu ragu untuk melaporkan akun yang meresahkan. Jika kita sendiri yang mengalami sendiri kejahatan di dunia digital juga lebih baik untuk melaporkannya ke pihak kepolisian.

Menurut patrolisiber.id, situs resmi dari Bareskrim Polri, aduan masyarakat yang paling banyak dilaporkan ialah penipuan sebanyak 4.000 lebih kasus, disusul penghinaan atau pencemaran nama baik kemudian pengancaman, pemerasan dan lainnya. Untuk laporan masyarakat soal konten negatif kebanyakan berasal dari WhatsApp. Dan data mereka juga memaparkan jika yang paling sering melapor ialah berusia 21-25 tahun dan dibandingkan dengan wanita, justru pria yang paling rajin untuk melaporkan tindak kejahatan siber.

Esa Firmansyah, Direktur Pusat Informasi STMIK Sumedang menjelaskan, portal web yang dikelola oleh bareskrim Polri tersebut mengumpulkan berbagai informasi tentang kejahatan cyber dan siapapun warga yang melapor.

Untuk mengumpulkan informasi tentang pelaku kejahatan siber melalui alamat IP, nama, nomor telepon atau berdasarkan akun media sosial. Itu semua direkam oleh pihak patroli siber di mana tujuannya untuk menyimpan informasi kemudian disebarkan lagi agar dapat diakses masyarakat. Diharapkan informasi tersebut dapat digunakan supaya masyarakat terhindar dari kejahatan siber. Patrolisiber.id juga difasilitasi untuk pengaduan anak-anak, ada tombol khusus yang bisa langsung di klik.

Dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021) Esa menjelaskan cara melaporkan, Anda mengisi data dengan lengkap tidak diperkenankan untuk anonim. Kemudian ceritakan kronologi kejadian dan melampirkan bukti-bukti, selesai.

“Banyak laporan yang sudah terjadi, kejahatan ini banyak sudah ditemui tidak ada salahnya, sekarang waktunya kita laporkan banyak situs untuk melaporkan pengaduan-pengaduan di dunia digital,” ujarnya.

Sebut saja, BSSN.go.id/aduan-siber alur aduan sama saja yakni jika ada insiden cyber, kita sebagai korban harus mengumpulkan data-datanya bisa berupa foto screenshot, file atau yang lainnya kemudian dapat diunggah ke formulir laporan website tersebut.

Ada lapor.go id biasanya berkaitan dengan pemerintahan. “Pengaduan rakyat terhadap pemerintahnya jangan di media sosial lebih baik langsung website tersebut,” sambungnya.

Sebenarnya, di platform media sosial juga dilakukan pelaporan langsung jika ada akun yang meresahkan atau penipuan.  Misalnya, Instagram, caranya masuk ke profile kemudian klik titik tiga di kanan atas lalu pilih laporkan, nanti dapat dipilih alasan pemblokiran. Untuk Facebook juga sama buka profile lalu klik titik tiga di bawah foto profile kemudian laporkan. Alasan laporan juga banyak nanti dapat dipilih yang sesuai.

Esa mengingatkan warganet untuk berperan aktif melaporkan website dan akun yang membuat keonaran. Jika menjadi korban penipuan tidak ada salahnya untuk lapor. Ini berguna bagi masyarakat yang lain agar berhati-hati terhadap akun media sosial maupun rekening bank yang akan disebarkan sebagai penipu.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (KemenKomInfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Kamis (8/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Dera Firmansyah (Podcaster Teman Tidur), Khemal Andreas (CEO Next Generation Indonesia), Ari Budi Wibowo (Siberkreasi) dan Yohana Djong sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten.

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Paham Batasan di Dunia Tanpa Batas

Setiap orang memiliki kebebasan untuk mengekspresikan dirinya masing-masing, mengutarakan ide-ide dan pendapat secara bebas melalui …

Leave a Reply