hitcounter
Monday , September 20 2021

Personal Branding di Era Internet Memudahkan Bisnis dan Mendapat Peluang Kerja

Penggunaan internet berkembang sangat cepat, terlebih setelah pandemi hampir seluruh aspek kehidupan membutuhkan teknologi dan internet. Mengutip dari We Are Social dan Hootsuit sebuah sosial media untuk menejemen platform dari 274,9 juta jiwa penduduk, pemilik koneksi mobile Indonesia sudah melebihi jumlah penduduknya 345,3 juta. Sementara pengguna internet aktifnya saat ini 202,6 juta dan sebanyak 170 juta memakai media sosial.

Membangun personal branding di era digital sangat penting, apalagi saat ini human resources melakukan screening digital saat akan mencari pekerja. Berbagai platform digital seperti Facebook, Instagram, YouTube, Linkedin bisa digunakan untuk personal branding.

“Tips personal branding, hindari SARA dan isu politik, ujaran kebencian, hoaks, dan bagaimana memanfaatkan sosial media dengan positif. Hal ini harus hati-hati karena jejak digital bisa menjadi pertimbangan HRD untuk merekrut,” kata Vincent S. Leewellyn, Chief Operating The Coffee Academics Indonesia saat menjadi nara sumber di webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, Jum’at (13/8/2021).

Terutama platform Linkedin, bukan hanya untuk personal branding tapi juga mencari peluang pekerjaan. Bila dulu untuk mencari pekerjaan orang hanya menerima lowongan pekerjaan melalui email dari jobstreet dan bentuk sejenis untuk situs pencarian kerja, maka Linkedin bisa dibangun untuk branding sekaligus mencari kesempatan baru dan berteman dengan profesional lainnya.

Selain Linkedin, personal branding dari platform lainnya juga bisa dilakukan misalnya lewat Instagram yang kini bisa dimaksimalkan dan digunakan para content creator, influencer, blogger. Beberapa dari mereka fokus pada bidang tertentu misalnya food & beverage, beauty, yang secara konsisten melakukan branding dengan membuat konten. Vincent pun mencontohkan penggunaan media sosial secara positif dengan konten yang informatif sesuai branding yang ingin dikenal publik.

“Jika temen-temen punya usaha, ada lokasi tokonya jangan lupa untuk memanfaatkan Google Bisnis. Bisa daftarkan terlebih dahulu supaya kalau ada customer yang ingin cari jadi gampang. Gunakan platform juga seperti Gojek dan Grab untuk pengiriman, dan kalau produk bisa dikirim ke luar kota bisa didiatribusikan melalui platform marketplace,” ujarnya lagi.

Webinar Literasi Digital untuk wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Hadir pula nara sumber lainnya seperti Lanny Sodikin, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Bandung Barat, Syukron Jazila, Executive Director Wahib Institute, dan Benny Daniawan, Dosen Sistem Informasi Universitas Buddhi Dharma.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply