hitcounter
Monday , September 20 2021

Periksa Kejernihan Kata-Kata dalam Mengungkapkan Pendapat di Media Sosial

Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi, yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia dan Siberkreasi bersama Dyandra Promosindo, dilaksanakan secara virtual pada 31 Juli 2021 di Polewali Mandar, Sulawesi Barat. Kolaborasi ketiga lembaga ini dikhususkan pada penyelenggaraan Program Literasi Digital di wilayah Sulawesi. Adapun tema saat ini adalah “Jarimu Harimaumu”. Kegiatan webinar kali ini diikuti oleh 726 peserta dari berbagai kalangan usia maupun profesi.

Program kali ini menghadirkan empat narasumber yang terdiri dari Duta Damai Nurul Fadhillah, Kepala Sekretariat Malindo Dewi Sartika Sari, Network for Indonesia Democratic Society Siti Hamidah, dan Food Blogger M Yusuf Darmawan. Adapun yang bertindak sebagai moderator adalah Vibi Zabkie selaku Manajer Riset KIC. Rangkaian Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi menargetkan peserta sebanyak 57.550 orang.

Acara dimulai dengan sambutan berupa video dari Presiden Republik Indonesia Joko Widodo yang menyalurkan semangat literasi digital untuk kemajuan bangsa. “Infrastruktur digital tidak berdiri sendiri. Jadi, saat jaringan internet sudah tersedia, harus diikuti dengan kesiapan-kesiapan pengguna internetnya agar manfaat positif internet dapat dioptimalkan untuk membuat masyarakat semakin cerdas dan produktif,” kata Presiden.

Pemateri pertama adalah Dewi Sartika Sari yang membawakan tema “Mengenal Aplikasi Percakapan”. Menurut dia, aplikasi percakapan yang populer di Indonesia di antaranya WhatsApp, Telegram, Line, FB Messenger, serta Instagram Messenger. Hal-hal yang perlu diperhatikan warganet dalam menggunakan aplikasi tersebut misalnya, mengirim yang bermanfaat dan menghasilkan, tidak sebar hoaks dan ujaran kebencian, tidak mudah berbagi berita apalagi diragukan kebenarannya, serta sadari akan perbedaan budaya.

Berikutnya, M Yusuf Darmawan menyampaikan materi berjudul “Etika Meminta dan Menerima Pertemanan di Media Sosial”. Ia mengatakan, sebelum menerima hubungan pertemanan dengan akun lain, periksalah beberapa hal mulai dari kenalkah atau tidak, apakah ada pesan pribadi darinya untuk meminta pertemanan, pertemanannya di media sosial, profil dan fotonya, latar belakang dan pekerjaannya, alamatnya, serta jejak digitalnya di linimasa.

Sebagai pemateri ketiga, Nurul Fadhillah membawakan tema tentang “Mengenal Lebih Jauh Cara Menyuarakan Pendapat di Dunia Digital”. Menurut dia, hal-hal yang perlu diperhatikan ketika menuliskan konten di media sosial antara lain tujuan, kalimat dan diksi, serta perlu atau tidak dilengkapi dengan foto atau video. “Perhatikan kembali, apakah diksi yang kamu pilih multitafsir? Apakah kamu overposting terhadap sesuatu?” jelasnya.

Adapun Siti Hamidah, sebagai pemateri terakhir, menyampaikan tema mengenai “Tips Menjaga Keamanan Digital Bagi Anak di Dunia Maya”. Ia mengatakan, sudah menjadi kewajiban bagi orang tua untuk terus memantau aktivitas anak dalam bermedia sosial. Upaya yang dapat dilakukan, antara lain memiliki pengetahuan mengenai aplikasi dan fitur-fitur internet, membuat parental controlling, mengajak keluarga menjalin pertemanan dengan akun media sosial anak, serta perlu memberikan contoh kasuistik pada anak mengenai resiko penyalahgunaan media digital

Setelah pemaparan materi oleh semua narasumber, kegiatan tersebut dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang dipandu moderator. Terlihat antusiasme dari para peserta yang mengirimkan banyak pertanyaan kepada para narasumber. Panitia memberikan uang elektronik senilai Rp100.000 bagi 10 penanya terpilih.

Kegiatan ini disambut positif oleh masyarakat Sulawesi. “Kebebasan berpendapat dijamin UU, tapi ketersinggungan sangat tinggi sehingga sering diserang balik. Siapa yang salah kalau demikian,”ujar Fatimah yang merupakan salah satu peserta dari kegiatan Literasi Digital di Polewali Mandar. Menurut Nurul Fadhillah, kejernihan kata-kata dalam berkomentar di media sosial perlu di perhatikan. Periksa baik-baik apa tujuan pendapat ini, kalau tidak perlu disampaikan ya sebaiknya tidak dilontarkan.

Program Literasi Digital “Indonesia Makin Cakap Digital” di Sulawesi akan diselenggarakan secara virtual mulai dari Mei 2021 hingga Desember 2021 dengan berbagai konten menarik dan  materi yang informatif yang disampaikan narasumber terpercaya. Bagi masyarakat yang ingin mengikuti sesi webinar selanjutnya, informasi bisa diakses melalui https://www.siberkreasi.id/ dan akun sosial media @Kemenkominfo dan @siberkreasi, serta @siberkreasisulawesi khusus untuk wilayah Sulawesi.

About Pasha

Check Also

Beda Generasi, Cara Mendidik Anak di Era Digital

Generasi Z dan Anak-anak yang lahir dan tumbuh di era ketika penggunaan internet dan teknologi …

Leave a Reply