hitcounter
Sunday , November 28 2021

Peran Orang Tua Dampingi Anak di Situasi Pandemi

Kepandaian anak dalam memakai gadget belum tentu mampu dalam memilah hal apa saja yang aman dan tidak aman di internet. Karena itu, orang yang lebih dewasa memiliki peran penting untuk memberikan ajaran tentang dunia digital tersebut.

Situasi saat ini di masa pandemi membuat anak harus beradaptasi terhadap teknologi. Keadaan anak-anak dalam merespon perubahan ini menjadi penting. Adaptasi anak terhadap kegiatan pendidikan, sosial, dan hiburan penting untuk diperhatikan. Orang tua dapat mendampingi anak dalam beradaptasi di situasi ini.

“Pendidikan itu penting, tetapi yang lebih penting ialah keadaan anak-anak dalam merespon perubahan atau masa adaptasi mereka,” tutur Fiona Damanik, Counselor Universitas Multimedia Nusantara dalam Webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (17/11/2021).

Kemudian, keadaan anak yang mungkin terjadi ialah ketergantungan terhadap gadget. Orang tua harus bisa membuat banyak kegiatan menjadi lebih menarik di luar dari pemakaian gadget. Anak di situasi ini juga berpotensi menjadi pasif karena lebih banyak memegang gadget.

Hal yang harus orang tua sadari ialah pada masa perkembangan, anak harusnya menjadi lebih aktif bukan sebaliknya. Selanjutnya, pengelolaan emosi anak yang perlu dikenalkan. Emosi yang muncul merupakan sinyal dari tubuh untuk menyampaikan pesan. Emosi meliputi senang, sedih, marah, dan sebagainya.

“Keadaan orang tua menjadi kunci penting baik kesehatan fisik dan mental. Hal ini akan terpancar dari bagaimana cara orang tua dalam mendidik anak. Kestabilan emosi, ekonomi, kesehatan, dan juga pengetahuan akan teknologi penting bagi orang tua,” ungkapnya.

Sebagai orang tua, peran kita di era ini sebagai pendamping dan pembimbang bagi anak yang mau masuk ke dalam dunia digital. Orang tua harus lebih bijak dalam menyikapi segala sesuatu kepada anak. Bijak ini termasuk dalam upaya memaknai aktivitas, konsekuensi, proses pengambilan keputusan, dan penyelesaian masalah. Dengan itu, anak jadi lebih terbiasa dalam menghadapi situasi dan kondisi di era digital ini. Anak pun jadi memiliki nilai-nilai positif yang tertanam dan bisa dijalankan di kehidupannya.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (17/11/2021) juga menghadirkan pembicara, Dino Hamid (Ketua Asosiasi Promotor Musik Indonesia), Andry Hamida (Head of Creative Visual Brand Hello Monday Morning), Dee Rahma (Digital Marketing Strategist), dan Bianca Utaya (Key Opinion Leader).

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital merupakan rangkaian panjang kegiatan webinar di seluruh penjuru Indonesia. Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply