hitcounter
Tuesday , August 3 2021
Social media connection concept with mobile, notebook and server technology illustration.EPS10 vector file organized in layers for easy editing.

Pentingnya Menjaga Keamanan Perangkat Saat Bekerja

Selain ada emas batangan yang disimpan di bank kita juga punya emas digital yakni data atau konten yang berkenaan dengan pekerjaan kita yang menentukan sukses atau tidaknya bisnis kita. Emas digital atau konten digital ini dapat diklasifikasikan ada yang termasuk dalam konten yang tidak dapat diklasifikasikan.

Konten yang tidak dapat diklasifikasikan yakni yang dapat dipublikasikan secara umum. Misalnya kita membuat status di Facebook yang sifatnya publik dan bisa dibaca semua orang itu termasuk yang tidak diklasifikasikan.

Ada yang disebut klasifikasi low yang hanya bisa diketahui oleh teman sekantor kita. Rinda Cahyana dosen Sekolah Tinggi Teknologi Garut menjelaskan, data yang dihasilkan setelah rapat di seluruh departemen di kantor. Maka hasil rapat itu hanya diketahui oleh orang-orang yang di dalam kantor.

“Jangan sampai di luar tahu sama apalagi kompetitor karena informasi itu akan menjadi bumerang untuk kita karena bisa saja yang dibicarakan itu adalah bagian dari strategi atau taktik berorganisasi untuk memenangkan bisnis,” ungkapnya saat menjadi pembicara dalam Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital Nasional 2021 di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021).

Konten emas itu juga ada yang disebut dengan klasifikasi medium yaitu yang hanya diketahui oleh departemen saja. Termasuk keuangan dalam sebuah departemen, meskipun masih satu perusahaan namun departemen lain tidak boleh mengetahui ini. Biasanya yang berhak tahu hanya kepala kepala departemen itu. Terakhir, klasifikasi high adalah sebuah informasi yang hanya kita aja yang tahu sebuah informasi berasal dari atasan kita atau menyangkut perusahaan.

Oleh karena itu menjaga keamanan dalam perangkat yang kita gunakan untuk bekerja sangat penting. Beberapa ancaman teknologi berasal dari teknologi dan dari manusia. Ancaman yang berasal dari teknologi itu biasanya datang dari malware atau virus yang bisa berkembang, masa infeksi itu di-trigger oleh si pengguna jadi. Ancaman yang agak menakutkan itu worm atau cacing digital. Dia menempati lubang-lubang keamanan atau jasa yang belum ditutupi oleh sistem dan dia bisa menginfeksi secara otomatis tanpa ada trigger atau pemicu dari pengguna perangkat.

“Solusinya adalah kita harus melakukan update keamanan sehingga celah yang biasa dia tinggal di sana tidak bisa lagi karena celah keamanan sudah ditutupi. Kemudian keamanan Windows Itu juga harus di-update dipasang seminggu sekali atau sebulan sekali atau setiap hari harus dicek apakah ada update nya apa,” jelasnya.

Karena kalau tidak seperti itu keamanan Windows yang fungsinya seperti satpam ini akan kalah dengan virus kemampuan baru jadi harus selalu di-update.

Rinda mengingat, jangan lupa mencadangkan data di internet, jika laptop kita hilang semua sudah ada backup di Cloud. Aktivasi, maka penting untuk nangan menggunakan sistem operasi bajakan sebab kita akan terkendala saat melakukan update Windows maupun updating virus.

Ancaman dari manusia bisa dari orang jahat atau teman yang ingin melihat data kita yang sesungguhnya sebuah privasi. Hal sederhana seperti lupa harus log out sehingga nantinya orang dapat mengakses.

“Memasang login screen di laptop kita juga perlu dengan sidik jari juga bisa dengan pin atau pengenalan wajah juga dapat dilakukan. Misal saat sedang di kantor kita ke toilet sebentar saja ini bisa berbahaya,” ungkapnya.

Maka, yang harus dilakukan adalah aktifkan screensaver menggunakan password. jadi screensaver akan aktif jika 1 menit tidak dipakai begitu mouse digerakan atau keyboard diketikan tidak langsung masuk ke dalam komputer kita tapi masuk ke login screen dengan password. Komputer kantor kita menjadi lebih aman.

Webinar Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital diselenggarakan Kementrian Komunikasi dan Informatika bersama Siberkreasi. Webinar wilayah Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, Selasa (13/7/2021) ini juga menghadirkan pembicara Aris S. Ripandi (RTIK Sukabumi), Bowo W. Suhardjo (Konsultan Bisnis), Mario Devys (RTIK Indonesia), Nattaya Laksita Melati sebagai Key Opinion Leader.

Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 – untuk Indonesia #MakinCakapDigital melibatkan 110 lembaga dan komunitas sebagai agen pendidik Literasi Digital. Kegiatan ini diadakan secara virtual berbasis webinar di 34 Provinsi Indonesia dan 514 Kabupaten

Kegiatan ini menargetkan 10.000.000 orang terliterasi digital pada tahun 2021, hingga tercapai 50 juta orang terliterasi digital pada 2024. Berlandaskan 4 pilar utama, Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Yuk Sebarkan Hal Positif yang Selaras dengan Nilai Pancasila di Ruang Digital

Kegiatan masyarakat sekarang ini mulai beralih menggunakan media digital. Dikarenakan, transformasi digital kini sudah mencapai …

Leave a Reply