hitcounter
Sunday , November 28 2021

Pentingnya Menjaga Identitas Pribadi di Internet

Aktivitas online sudah menjadi keseharian masyarakat. Penggunaan jejaring internet di Indonesia semakin bertambah bahkan selama pandemi ada 27 juta pengguna baru dan kini pengguna internet telah mencapai 202,6 juta jiwa menurut data pada Januari 2021. Dengan masifnya aktivitas online tersebut, keamanan data pribadi di ruang digital perlu mendapat perhatian lebih.

Namun sebelum itu kenali dulu apa itu data pribadi. Data pribadi merupakan data yang dapat mengidentifikasikan seseorang seperti nama lengkap, tanggal lahir, agama hingga nomor identitas. Adapun saat ini data yang beredar di dunia digital ada tiga jenis, berupa data sukarela yang diberikan, data yang di amati dan data yang disimpulkan.

“Data sukarela diberikan saat seseorang mendaftar di berbagai platform media sosial, data ini merupakan yang bisa diamati didapat saat seseorang beraktivitas di internet,” ujar Eddy Pranoto Digital Business Project Manager OCBC NISP saat webinar Literasi Digital wilayah Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I,  pada Rabu (17/11/2021).

Selain data yang dibagikan sukarela atau tidak sengaja karena ketidaktahuan pengguna, ada pula data pribadi yang dicuri. Biasanya dilakukan dengan tindak pencurian seperti phishing lewat link atau tautan yang meminta seseorang untuk mengisi data pribadi. Tindakan lain juga bisa dilakukan dengan hacking dan malware yang sama-sama tujuannya untuk mencuri data pribadi.

Lebih lanjut Eddy mengatakan setiap orang harus menyadari pentingnya menjaga identitas pribadi antara lain untuk mencegah penyalahgunaan data oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Selain itu data pribadi merupakan aset dan komoditi yang bernilai pada era ekonomi digital seperti sekarang. Mengamankan data pribadi penting, untuk menghindari intimidasi secara online. Menghindari potensi pencemaran nama baik, dan data pribadi merupakan hak seseorang sebagai privasi.

Webinar Literasi Digital di Kabupaten Bekasi, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Pringgo Aryo Produser dan Komposer Musik, Vivi Andriyani, Marcom Manager Bumbubumbuku, Elvira Fitri, Manager External Student Affairs di Universitas Multimedia Nusantara dan Louiss Regi, seorang Content Creator.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Merawat Kebudayaan Negeri Sendiri di Tengah Serangan Globalisasi

Pertemuan ragam budaya lain di ruang digital terjadi karena jejaring internet. Aktivitas online semakin tinggi …

Leave a Reply