hitcounter
Monday , October 18 2021

Pentingnya Kesadaran Warga Digital Akan Etika Cyber saat Berinteraksi di Ruang Digital

Sejak adanya internet dengan teknologi perangkat jaringannya, komunikasi kini lebih banyak dilakukan secara online. Meski begitu, etika saat berinteraksi dengan manusia lainnya tetap harus diperhatikan. Sebab dunia digital pun memiliki aturan yang disebut Cyber Ethics (etika cyber) yaitu etika dalam menggunakan teknologi dan internet.

“Saat sedang online, hormatilah orang yang sedang berinterasi pescis seperti saat di dunia nyata dengan bertatap muka,” kata Nikita Dompas, seorang Producer & Music Director saat webinar Literasi Digital wilayah Kota Depok, Jawa Barat I,  pada Selasa (5/10/2021).

Dengan kata lain, cyber ethics merupakan adopsi dari konsep etika tradisional yang diterapkan pada penggunaan teknologi komputer dan jaringan internet. Secara singkat Nikita memberikan tips agar setiap orang ingat untuk menerapkan etika saat berinteraksi maupun berkolaborasi di ruang digital, antara lain agar berinteraksi seperti halnya di dunia nyata, karena etika di ruang digital pun tak jauh beda meski tak bertatap muka langsung.

“Gunakan kata-kata sopan supaya tidak ada yang tersinggung, apalagi hal yang berhubungan dengan SARA. Jangan memberikan informasi yang belum valid di internet, serta harus berhati-hati saat memberikan data-data privasi,” katanya lagi

Saat berinteraksi secara online, hindari perselisihan dengan pengguna ruang digital lainnya. Hati-hati ketika menggunakan huruf kapital dan tanda seru, karena huruf besar berarti berteriak. Biasakan juga meminta maaf ketika berbuat salah. Begitu juga sebaliknya memberi maaf saat orang lain berbuat salah. Hal yang mungkin bisa terlupakan, hargai waktu orang lain, seperti saat mengikuti webinar dan meeting online lainnya dengan tata krama dalam menyimaknya.

Webinar Literasi Digital di Kota Depok, Jawa Barat I, merupakan bagian dari sosialisasi Gerakan Nasional Literasi Digital 2021 yang diselenggarakan oleh Kementerian Komunikasi dan Informatika. Webinar kali ini juga mengundang nara sumber seperti Andry Hamida, Head of Creatived Visual Brand Hello Monday Morning, Elfira Fitri, Manager External Student Affairs di Universitas Multimedia Nusantara dan Mardiana R.L, Vice Principal in KinderHouse Pre-School.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Literasi Digital di 34 Provinsi dan 514 Kabupaten dengan 4 pilar utama. Di antaranya Budaya Bermedia Digital (Digital Culture), Aman Bermedia (Digital Safety), Etis Bermedia Digital (Digital Ethics), dan Cakap Bermedia Digital (Digital Skills) untuk membuat masyarakat Indonesia semakin cakap digital.

About Pasha

Check Also

Kembali Pada Dasar Negara

Perubahan budaya terjadi sekarang ini sangat terlihat, bagaimana aktivitas yang biasa dikerjakan menjadi berubah. Perubahan …

Leave a Reply