hitcounter
Sunday , April 11 2021

Pentingnya Kearifan Lokal dalam pengembangan SDM Pariwisata Toba

Pentingnya untuk menjaga kearifan lokal sebagai upaya dalam mengembangkan SDM pariwisata di kawasan Destinasi Super Prioritas Danau Toba.

Hal itu diungkapkan Sandiaga Salahudin Uno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, saat acara Pelepasan Siswa Magang Kawasan Badan Otorita Danau Toba ke Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali di Kaldera Toba, Jumat (26/3/2021).

“Danau Toba tidak kalah dengan Bali. Insya Allah kalau kita kerja keras, kerja cerdas, kerja tuntas, kerja ikhlas, mudah-mudahan pariwisata Danau Toba bisa setara dengan Bali. Bali memang terkenal dengan budaya dan _hospitality_, namun budaya gotong royong juga kental di Danau Toba, inilah yang kita harus kita gali, meskipun sudah belajar di Bali dengan standar global, kalian tidak boleh lupa pada kearifan lokal,” ujarnya.

Sandiaga Uno menjelaskan, salah satu fokus pemerintah saat ini yaitu membangun infrastruktur, namun pengembangan SDM pun harus berjalan beriringan di tengah pengembangan infrastruktur.

“Pengembangan infrastruktur tidak akan sukses jika SDM dan masyarakatnya juga tidak dibangun. Jadi bangun raganya, bangun jiwanya. Bukan hanya membangun infrastrukturnya saja tapi juga membangun manusianya. Jadi pendidikan ini sangat penting, sampaikan kepada orang tua kalian meskipun magang ke Bali, nanti kalian akan ‘kem-Bali’ membangun Danau Toba,” ujarnya.

Menparekraf Sandiaga Uno yakin dengan sistem magang yang sudah dijalankan oleh Poltekpar Bali. Ia juga berharap para siswa magang bisa menyerap ilmu dengan baik selama belajar praktik langsung selama 8 bulan di Bali sehingga Danau Toba bisa menjadi Destinasi Super Prioritas yang memiliki SDM berkualitas.

“Selain pelayanan standar SDM meningkat, standar protokol kesehatan 3M juga tetap dijaga dengan ketat dan disiplin. Karena kemungkinan COVID-19 masih kita hadapi dalam beberapa tahun kedepan,” ujarnya.

Plt Dirut BODT Reza Fahlevi menambahkan, Industri pariwisata ini adalah industri yang berkaitan erat dengan SDM, terlebih Danau Toba yang sudah ditetapkan menjadi destinasi super prioritas. Jadilah SDM pariwisata yang hebat mempunyai tiga ciri, yaitu berkarakter, berkompeten, dan berkolaborasi.

“Ini sebagai upaya untuk meningkatkan kompetensi SDM pariwisata yang ada di sekitar Danau Toba. Diharapkan para siswa magang akan memiliki bekal yang kuat. Ini juga menjadi langkah yang baik, karena mereka akan belajar magang di industri perhotelan,” ujarnya.

Sekretaris Kemenparekraf/Sekretaris Utama Baparekraf Ni Wayan Giri Adnyani menjelaskan program ini merupakan angkatan ke dua dimana ada 30 siswa yang berkesempatan magang ke Bali. Tahun sebelumnya sebanyak 22 orang yang sudah belajar di Bali.

“Standar pelayanan di Bali merupakan standar terbaik pelayanan dunia dan ini sudah diakui. Kami ingin Danau Toba memiliki kesempatan terutama SDM-nya dalam meningkatkan wawasan terbaik dunia dengan belajar di Bali. Selain di kampus mereka akan diberikan pengalaman yang berkaitan dengan budaya untuk melihat langsung destinasi utama pariwisata Indonesia yakni Bali. Ketika orang pertama kali ke Indonesia pasti menanyakan Bali, sehingga bisa diimplementasikan di Toba nantinya,” ujarnya.

 

About Pasha

Check Also

Sandiaga Formulasikan Peta Perjalanan Kawasan Joglosemar

Formula peta perjalanan atau _travel pattern_ bagi wisatawan guna meningkatkan kualitas pariwisata baik bagi wisatawan …

Leave a Reply